| dc.description.abstract | Perkembangan perekonomian DKI Jakarta dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2006, dalam penelitian ini dikelompokkan dalam dua fase: yang pertama adalah periode 1993-2000, pada fase ini situasi perekonomian Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 yang berdampak pada perekonomian regional dan fase berikutnya periode 2000-2006 dimana terjadi globalisasi perekonomian dunia. Pada fase kedua ini juga, sejak tahun 2001 UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah secara resmi mulai dilaksanakan sehingga daerah memasuki era otonomi dan desentralisasi yang menuntut agar setiap daerah terutama kabupaten dan kota mampu melaksanakan berbagai tugas pemerintahan dan pembangunan
Krisis ekonomi berpengaruh pada penurunan kontribusi sektor terhadap PDRB tahun 1998 terutama pada sektor bangunan (10,96 persen) dan sektor industri pengolahan (17,22 persen), demikian juga terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja, khususnya pada sektor industri pengolahan yang dampaknya paling dirasakan dari 18.88 persen pada tahun 1997 menjadi 16,55 persen pada tahun 1998 dengan adanya pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran
Era globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah ternyata membawa pengaruh pada pemulihan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta dengan pertumbuhan yang positif dan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, dari pertumbuhan sebesar 4.28 persen pada tahun 2001 dan akhirnya meningkat menjadi 6,19 persen pada tahun 2008.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor industri pengolahan dilihat dari keterkaitan antar industrinya baik backward linkage maupun forward linkage, sehingga dapat diketahui industri-industri yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam rangka pembangunan ekonomi di DKI Jakarta, mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan output sektor industri pengolahan melalui pendekatan dekomposisi pertumbuhan output, serta menguraikan peranan peningkatan produktivitas tenaga kerja dan ekspansi output masing-masing industri terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja. Peranan ekspansi output akan diuraikan menjadi peranan permintaan domestik, promosi ekspor, substitusi impor, dan perubahan teknologi pada sektor industri pengolahan di DKI Jakarta periode 1993-2000 dan 2000-2006.
Dalam hal menentukan jenis industri pengolahan yang mempunyai keunggulan serta menentukan arah pengembangannya dalam perekonomian di Provinsi DKI Jakarta, digunakan pendekatan input-output (1-0), meliputi : analisis keterkaitan antar-industri, serta analisis dekomposisi pertumbuhan output dan analisis dekomposisi pertumbuhan tenaga kerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data IO DKI Jakarta tahun 1993, 2000, 2006, serta data penunjang lainnya.
dst ... | id |