| dc.description.abstract | Orchiectomy merupakan bedah sterilisasi yang dilakukan pada rentang umur yang bervariasi untuk menekan ledakan populasi kucing lokal, pengendalian masalah kesehatan dan perilaku kucing yang berhubungan dengan reproduksi. Beberapa dokter hewan memiliki kekhawatiran prosedur bedah dan risiko jangka panjang terhadap Orchiectomy pada umur prapubertas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh umur terhadap penyembuhan luka dan perkembangan fisik kucing lokal (Felis catus) pascaoperasi Orchiectomy. Sebanyak 15 ekor kucing jantan dikelompokkan menjadi tiga kelompok umur (2 - 4, 5 - 9 dan ≥ 10 bulan) dengan masing-masing kelompok terdiri atas lima ekor. Kelompok perlakuan disterilisasi dengan metode Orchiectomy terbuka dan dilakukan pengamatan prosedur bedah serta kondisi fisik selama teranestesi. Pengamatan pascaoperasi yang dilakukan adalah evaluasi penyembuhan luka, profil hematologi, penambahan bobot badan dan Body Condition Score (BCS), serta gambaran radiografi tulang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (P > 0,05) durasi operasi, penyembuhan luka, penambahan bobot badan dan BCS serta kepadatan tulang kucing yang dibedah Orchiectomy pada umur 2 - 4, 5 - 9 dan ≥ 10 bulan. Perubahan radiografi tulang kucing yang dibedah Orchiectomy pada umur 2 - 4 bulan dapat menunda penutupan lempeng fisis pertumbuhan tulang (P < 0,05). Operasi Orchiectomy yang dilakukan pada kucing umur prapubertas dan postpubertas aman dilakukan selama dilakukan persiapan bedah yang baik. | id |