| dc.description.abstract | Dalam rangka pemanfaatan limbah tebangan dan makin beragamnya diameter kayu yang boleh ditebang pada sistem TJTI, maka perlu penelitian mengenai sifat sifat dasarnya seperti sifat anatomis dan fisis. Dengan demikian diha- rapkan pemanfaatan dan pengolahan kayu menjadi lebih efisien.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat anatomis dan fisis kayu pada berbagai kelas diameter, dalam hubungan dengan pemanfaatannya, serta untuk mengetahui persen kayu teras pada berbagai kelas diameter kayu.
Pohon yang diteliti berasal dari areal uji coba TJTI HPH PT Suka Jaya Makmur di Kalimantan Barat. Pengamatan sifat anatomis meliputi: pajang serabut,diameter serabut, tebal dinding serabut, diameter pori, jumlah pori per mm2 dan persen pori. Pengamatan sifat fisis meliputi: berat jenis kayu, penyusutan, kadar abu dan kadar ekstraktif (larut air dingin, air panas dan alkohol benzena).
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara makroskopis persentase kayu teras meningkat dengan bertam- bahnya diameter kayu. Dari analisa regresi diperkirakan pembentukan kayu teras pada Meranti Merah mulai terbentuk setelah diameter kayu 7,4 cm, Meranti Putih 8,3 cm dan Kempas 6,4 cm. .. dst | id |