| dc.description.abstract | Sejak Repelita Ketiga, pembangunan pertanian didasar kan pada kebijaksanaan terpadu yang dikenal
dengan TRIMARTA PEMBANGUNAN PERTANIAN. Salah satu unsur dari Trimarta Pembangunan Pertanian ini adalah Kebijaksanaan Usahatani Terpadu. Dengan kebijaksanaan ini, para petani dirangsang dan dibina untuk memilih cabang atau kombinasi cabang usahatani yang memberikan pendapatan yang paling baik sesuai dengan potensi dan kondisi sumber daya yang dimilikinya.
Daerah Nusa Tenggara Timur merupakan daerah iklim ke ring dengan curah hujan rata-rata tahunan yang rendah dengan jumlah hari hujan yang sedikit yang sangat bervariasi antar wilayah. Dari total luas wilayah, hanya 33,7 % dari padanya yang dapat dikembangkan untuk tanah pertanian, dimana hanya 7,8 % dari padanya dapat dikembangkan untuk lahan basah dan selebihnya untuk lahan kering.
Sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah ini, maka umumnya petani berusaha tani pada lahan kering dan memelihara ternak dengan tingkat produksi yang rendah. Rendahnya tingkat produksi yang diperoleh menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan mereka. | id |