Show simple item record

dc.contributor.advisorKasryno, Faisal;
dc.contributor.advisorSoejono, Irlan;
dc.contributor.advisorCollier, William L.;
dc.contributor.authorAmareko, Salem Lega
dc.date.accessioned2023-06-23T07:53:56Z
dc.date.available2023-06-23T07:53:56Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120083
dc.description.abstractSejak Repelita Ketiga, pembangunan pertanian didasar kan pada kebijaksanaan terpadu yang dikenal dengan TRIMARTA PEMBANGUNAN PERTANIAN. Salah satu unsur dari Trimarta Pembangunan Pertanian ini adalah Kebijaksanaan Usahatani Terpadu. Dengan kebijaksanaan ini, para petani dirangsang dan dibina untuk memilih cabang atau kombinasi cabang usahatani yang memberikan pendapatan yang paling baik sesuai dengan potensi dan kondisi sumber daya yang dimilikinya. Daerah Nusa Tenggara Timur merupakan daerah iklim ke ring dengan curah hujan rata-rata tahunan yang rendah dengan jumlah hari hujan yang sedikit yang sangat bervariasi antar wilayah. Dari total luas wilayah, hanya 33,7 % dari padanya yang dapat dikembangkan untuk tanah pertanian, dimana hanya 7,8 % dari padanya dapat dikembangkan untuk lahan basah dan selebihnya untuk lahan kering. Sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah ini, maka umumnya petani berusaha tani pada lahan kering dan memelihara ternak dengan tingkat produksi yang rendah. Rendahnya tingkat produksi yang diperoleh menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan mereka.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcFarm managementid
dc.subject.ddcUpland soilsid
dc.titlePerencanaan usaha tani terpadu di daerah pertanian tanah kering: studi kasus pada desa binaan PDP II di Nusa Tenggara Timurid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record