| dc.description.abstract | Data yang digunakan terdifi atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh berdasarkan basil wawancara dengan responden. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dengan ketahanan pangan di Propinsi Sulwesi Tengah. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini Pertama, Neraca Bahan Makanan (NBM) Propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2005. Kedua, dari sisi konsumsi pangan wilayah dilakukan analisis dengan Data Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada dua titik yaitu 200L dan 2005. Kedua data tersebut dianalisis dengan menggunakan Program Aplikasi Perencanaan Pangan dan Gizi. dan Interpretasi hasil analisis dilakukan secara diskriptif dengan menggunakan berbagai kriteria dan indikator Analisis Input-Proces-Output digunakan Untuk mengetahui kinerja Kelembagaan Pemerintah yang terkait secara struktural dengan Program Ketahanan Pangan di Sulawesi Tengab dan yang tergabung sebagai Anggota Dewan Ketahanan Pangan. Pada aspek input akan dianalisis beberapa aspek penting yang menyangkut organisasi, kualitas sumberdaya manusia, sarana dan prasarana serta sistem manajemen informasi. Pada aspek proses, beberapa aspek yang dianalisis meliputi pembentukan Tim Kerja, rapat koordinasi, pelatihan, pengumpulan data dan penyajian data. Sedangkan pada aspek output dianalisis berdasarkan pada status ketahanan pangan di Sulawesi Tengah. Focus Group Discussion (FGD) dan Analisis SWOT digunakan untuk menyusun Strategi Pemantapatan Ketahanan Pangan di Propinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Propinsi Sulawesi Tengah te1masuk dalam ketegori belum tahan pangan dengan beberapa indikasi sebagai berikut : (1) meski secara kuantitas ketersediaan energi dan protein melebihi AKO, namun keberagaman ketersediaan pangan masih belum ideal karena masih didominasi oleh kelompok padi-padian, rendabnya ketersediaan pada kelompok pangan hewani, kacang-kacangan, buah dan sayuran serta persentase ketersediaan protein masih didominasi oleh protein yang berasal dari pangan nabati, (2) mutu konsumsi pangan belum ideal, dengan mengacu pada Pola Konsumsi Pangan (PPH) yang hanya mencapai 74,6 (3) Terdapat penduduk sebanyak I 01.980 jiwa atau 4,47 % dari total penduduk Sulawesi Tengah yang hanya mengkonsumsi energi dibawab 1400 kkal/hari ( < 70 % AKE) dan masuk dalam kategori rawan pangan se1ia masih terdapat 30 persen wilayab kabupaten/kota yang masuk dalam daerah rawan pangan, dan (4) masih tingginya jumlah balita yang mengalami gizi kurang yang jun1lahnya mencapai 4.299 jiwa atau 12.96 % (kategori bermasalab). dst ... | id |