Show simple item record

dc.contributor.advisorGuhardja, Suprihatin
dc.contributor.advisorLatifah, Melly
dc.contributor.authorPriatini, Woro
dc.date.accessioned2023-06-22T14:29:50Z
dc.date.available2023-06-22T14:29:50Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119984
dc.description.abstractKecerdasan emosional sangat penting bagi remaja yang sedang mencari identitas diri dan bagi keberhasilannya di masa dewasanya kelak. Dalam keluarga, anak belajar pertama kali tentang kecerdasan emosinal melalui pengasuhan yang dilakukan orangtua. Dengan bertambahnya usia anak, maka ruang lingkup sosialnya pun makin luas, dengan masuknya anak ke lingkungan sekolah sebagai Lingkungan keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik keluarga dan karakteristik remaja, tipe pengasuhan emosional, lingkungan sekolah, peran teman sebaya dan kecerdasan emosional, faktor-faktor yang berhubungan dengan pengasuhan emosional dan kecerdasan emosional, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengasuhan emosional dan kecerdasan emosional. Contoh adalah siswa yang dipilih dari SMA favorit dan bukan favorit dari sekolah negeri dan swasta. Sekolah yang terpilih menjadi lokasi pengambilan contoh adalah SMAN 1, SMAN 10, SMA YPHB dan SMA Bina Sejahtera. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli sampai November 2004 di Kota Bogor. Jenis data adalah data primer dan sekunder, yang diolah secara statistik deskriptif dan inferensial. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman, Chi square dan regresi berganda. Karakteristik keluarga contoh umumnya keluarga sedang, orangtua berusia antara 36-60 tahun, berpendidikan menengah, bekerja sebagai PNS. Karakteristik anak berusia 16-19 tahun, yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan. Persentase terbesar orangtua contoh menerapkan tipe pengasuhan pelatih emosi. Berdasarkan aspek lingkungan sekolah, peran teman sebaya dan kecerdasan emosional, contoh termasuk dalam kategori baik. Terdapat hubungan positif nyata (p=0.05) antara karakteristik keluarga (pendidikan ayah, pendapatan keluarga) dengan tipe pengasuhan emosional. Namun tidak ditemukan adanya hubungan kedua karakteristik tersebut dengan kecerdasan emosional. Selain itu, diketahui pula terdapat hubungan positif nyata (p=0.05) antara lingkungan sekolah (disiplin), peran teman sebaya (fungsi komparasi sosial, fungsi kasih sayang) dengan kecerdasan emosional. Faktor karakteristik keluarga yang mempengaruhi tipe pengasuhan emosional adalah usia ibu dan pendidikan ayah, dengan nilai R square-0.131. Hasil analisis regresi juga ditemukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosional, yaitu: tipe pengasuhan pelatih emosi, disiplin, pembelajaran emosional dan fungsi komparasi sosial berpengaruh terhadap kecerdasan emosional remaja, dengan nilai R square-0.355. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada orangtua Untuk menerapkan tipe pengasuhan pelatih emosi dan memantau pergaulan anak remajanya. Kepada sekolah disarankan untuk menciptakan disiplin yang baik dan memberikan pembelajaran emosional lebih banyak lagi kepada siswanya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPsychologyid
dc.subject.ddcEmotionid
dc.titlePengaruh pengasuhan, lingkungan sekolah dan peran teman sebaya terhadap kecerdasan emosional remajaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAnak usia remajaid
dc.subject.keywordKarakteristik keluargaid
dc.subject.keywordKorelasi spearmanid
dc.subject.keywordChi squareid
dc.subject.keywordRegresi bergandaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record