Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.advisorSaefulhakim, R. Sunsun
dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.authorRahim, Dian A
dc.date.accessioned2023-06-22T13:49:18Z
dc.date.available2023-06-22T13:49:18Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119953
dc.description.abstractPerubahan struktur perekonomian Indonesia sejak tahun 1970-an merupakan fenomena yang semakin jelas mewarnai era Pembangunan Jangka Panjang II. Perubahan struktur ini ditandai dengan berubahnya orientasi pembangunan, yakni dari dominasi sektor pertanian menuju ke sektor industri dan jasa. Terjadinya perubahan struktural ini secara otomatis memberi tekanan pada permintaan lahan di luar sektor pertanian, khususnya lahan-lahan yang berdekatan dengan kawasan perkotaan. Sehingga dengan adanya perubahan struktural ekonomi ini akan memperbesar alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non-pertanian. Khususnya karena lahan-lahan sawah yang beririgasi sejak pengembangannya dilengkapi infrastruktur jalan-jalan inspeksi yang kemudian menjadi jalan desa dan berkembang ada yang menjadi jalan kabupaten bahkan ditingkatkan menjadi jalan-jalan propinsi dan interregional seperti sepanjang jalur Pantura. Peningkatan kualitas jalan-jalan disekitar wilayah persawahan meningkatkan rente (Rent = surplus keuntungan) dari lahan (land rent) berupa locational rent yang jauh melebihi Ricardian rent (menurut kesuburannya), sehingga dengan mudah akan mengalami konversi lahan. dst ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLand useid
dc.titleKonversi lahan pertanian dan dampaknya terhadap pelaku konversi: studi kasus di Desa Tegalwaru dan Bojong Rangkas Keca,atan Ciampeaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordPengembangan wilayahid
dc.subject.keywordKinerja pembangunan ekonomiid
dc.subject.keywordKepemilikan lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record