Show simple item record

dc.contributor.advisorMusa, M. Sjaikani
dc.contributor.advisorSoerianegara, Ishemat
dc.contributor.advisorSiswadi
dc.contributor.authorRusolono, Teddy
dc.date.accessioned2023-06-22T05:57:59Z
dc.date.available2023-06-22T05:57:59Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119933
dc.description.abstractOrdinasi merupakan istilah ekologi, adalah suatu prosedur untuk mengubah kelompok data berdimensi ganda dan memproyeksikannya dalam ruang berdimensi rendah, sehingga pola dari kelompok data tersebut mudah terlihat. Manfaat ordinasi ini adalah untuk mendapatkan gambaran hubungan respon spesies dalam komunitas terhadap faktor-faktor lingkungan. Ordinasi dengan analisis diskriminan adalah ordinasi yang menggunakan fungsi diskriminan sebagai sumbu-sumbu ordinasinya. Penggunaan analisis ini didasarkan atas adanya kelompok a priori yang lebih dahulu diketahui secara jelas pengelompokkannya. Landasan yang digunakan untuk mendapatkan fungsi diskriminan adalah dengan cara memaksimumkan keragaman antar kelompok dan meminimumkan keragaman dalam kelompok. Penelitian ini didukung data sekunder tegakan hutan alam yang dikumpulkan dari Permanent Sample Plot dalam kaitannya dengan Proyek Inventarisasi Hutan Nasional yang dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan, mencakup sebagian wilayah Propinsi Kalimantan Timur dengan cakupan luas 32000 km². Untuk keperluan penelitian, respon yang diukur adalah kehadiran seluruh spesies pohon dan kerapatannya untuk setiap unit contoh berukuran 100x100 m, tersebar sistematik dalam jarak 20x20 km dalam kawasan hutan. Sebagai peubah bebas (diskriminator) adalah jenis pohon, dinya- takan dalam jumlah individu jenis per hektar dan sebagai peubah tidak bebas adalah banyaknya sistem lahan yang dijumpai dalam wilayah studi. Konsep sistem lahan beranggapan terdapat kaitan yang erat antara jenis-jenis batuan, hidroklimatologi, bentuk lahan, tanah dan makhluk hidup. Sistem lahan yang sama akan dapat ditemukan pada tempat-tempat yang memiliki kombinasi faktor-faktor lingkungan yang sama. Konsep sistem lahan ini telah umum digunakan untuk keperluan evaluasi lahan melalui penafsiran potret udara dan sarana penginderaan jauh lainnya. Tujuan penelitian adalah: (1) mengkaji penggunaan data komposisi dan kerapatan jenis sebagai cerminan adanya perbedaan sistem lahan, (2) sampai sejauhmana penggu- naan analisis diskriminan dapat menggambarkan perbedaan sistem lahan, yang ditun- jukkan oleh perbedaan kelimpahan jenis pada setiap sistem lahannya, dan (3) menentu- kan kontribusi setiap jenis yang berperan dalam setiap sistem lahan. Dari 82 PCP yang digunakan dalam penelitian, teridentifikasi kehadiran 131 jenis pohon yang tercakup dalam 40 suku. Dari jumlah tersebut, kira-kira 34 persen adalah …dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestryid
dc.titleOrdinasi komunitas hutan alam hujan tropika dengan analisis diskriminan: studi kasus di propinsi Kalimantan Timurid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordForest ecologyid
dc.subject.keywordNatural forestid
dc.subject.keywordOrdinasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record