| dc.description.abstract | Dijiwai semangat gerakan "aku cinta makanan Indonesia" penelitian ini dimaksudkan
untuk mempelajari pengaruh tempe terhadap aterogenesis dan penyakit jantung koroner
yang pada saat ini merupakan sebagai pembunuh peringkat pertama masyarakat perkotaan
di Indonesia dan dunia.
Enam puluh monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jantan, dibagi menjadi tiga
kelompok untuk memperoleh perlakuan pakan aterogenik selama 12 bulan di Pusat Studi
Satwa Primata LP-IPB Bogor. Kelompok kontrol (KA) atau grup pertama diberi pakan
tinggi Iemak (41%/Kal) dan tinggi koleterol (0,64 mg/Ka!) yang mampu menginduksi
hiperlipidemia dengan total plasma kolesterol (TPK) di atas 300 mg/di. Kelompok
perlakuan, yaitu grup kedua dan ketiga diberi pakan mirip grup pertama ditambah tepung
tempe. Grup kedua mempero!eh suplementasi tempe sebanyak 3%, (perlakuan Tl).
Sedangkan grup ketiga diberi suplementasi tempe sebanyak 4 kali Iipat perlakuan Tl, yaitu
13.5% (perlakuan T2).
Basil evaluasi profil lipid darah dua bulanan menunjukkan adanya kecenderungan
penurunan kadar trigliserida pada perlakuan T2. Sedangkan kadar TPK, low density
lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL) pada semua perlakuan tidak
menunjukkan perbedaan yang nyata, kecuali fenomena peningkatan HDL selama dua bulan
pertama pada perlakuan T2. TPK dan LDL memperlihatkan modulasi klasik yang
berturut-turut mencapai puncak pada bulan ke-8 sebesar 600 mg/ell dan 500 mg/di untuk
kemudian turun kembali. Plak ateroma left anterior descending (LAD) dan left circumflex
(LCX) Iebih besar pada T2 (0,21 ± 0,05 mm2 dan 0,23 ± 0,05 mm2
) dan Tl (0,18 ± 0,05
mm2 dan 0,23 ± 0,05 mm2) daripada KA (0,15 ± 0,05 mm2 dan 0,13 ± 0,04 mm2) untuk P
:S 0,01. Peningkatan Iuas plak ini cenderung disertai perluasan dinding arteri (T2: 0,82 ±
0,06 mm2 dan 0,76 ± 0,06 mm2
, Tl: 0,82 ± 0,06 mm2 dan 0,81 ± 0,05 mm2 dan KA: 0,77
± 0,06 mm2 dan 0,74 ± 0,03 mm2
) yang menggambarkan adanya penyesuaian ukuran arteri
akibat aterosklerosis.
Data di atas menunjukkan bahwa suplementasi tempe cenderung menekan plasma
trigliserida dan dalam jangka pendek meningkatkan HDL. Pada hiperkolesterolemia yang
berat pada monyet ekor panjang, tempe tidak mampu menekan hiperlipidemia. Namun
demikian perluasan plak aterosklerosis yang ditimbulkannya cenderung disertai dengan
perluasan dinidng arteri. | id |