| dc.description.abstract | Pengembangan tanaman sengon secara garis besar dibagi dalam lima tingkat
kesesuaian agro-klimat: S1-1 (sangat sesuai), Sl-2 (sesuai), S1-3 (agak sesuai), S1-4
(kurang sesuai) dan S 1-5 (tidak sesuai). Zona agroklimat berpengaruh terhadap pertumbuhan
pohon sengon dan menyebabkan perbedaan struktur anatomis antara zona
secara bervariasi. Disamping itu penjarangan pertama kayu sengon milik rakyat dilakukan
pada umur 5 (lima) tahun dan penebangan pertama pada umur 7 (tujuh) tahun,
dan sifat kayu dipengaruhi oleh umur pohon.
Dalam penggunaan, papan sambung sering mengalami perubahan dimensi, ha!
ini antara lain disebabkan oleh arah potongan pembentuk papan sambung tersebut dan
posisi kayu dalam batang (bagian dalam atau luar).
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat-sifat papan sambung dari dua
zona agroklimat dan dua tingkat umur, arah potongan serta posisi kayu dalam batang
yang meliputi : kembang susut, keteguhan rekat, dan kerusakan yang timbul dengan
memperhatikan sifat-sifat dasar kayu seperti sifat anatomis, berat jenis, kembang susut,
kandungan ekstraktif dan sifat keterbasahan.
Bahan papan sambung berupa kayu sengon berasal dari tegakan yang berumur
5 tahun dan 7 tahun, dari 2 zone agroklimat yaitu : 1) zone A (S 1-1.1) curah hujan
(CH) 2500 - 4000 mm/th, elevasi 0 - 800 m dpl, kesesuaian agroklimat sangat sesuai, sebanyak 4 pohon (5 tahun 2 pohon, 7 tahun 2 pohon) yaitu dari Kecamatan Singapama, Kabupaten Tasikmalaya ; 2) zone G (Sl-5.2.1) curah hujan < 1750 mm/th, kesesuaian agroklimat tidak sesuai, sebanyak 7 pohon (5 tahun 4 pohon, 7 tahun 3 pohon) yaitu dari Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut Jawa Barat. Bahan lain yang digunakan adalah perekat jenis urea formaldehida.
dst .. | id |