View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Veterinary Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Veterinary Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan Ciri Fenotip Streptococus Equi Subsp. Zooepidemicus, Dengan Perubahan Patologik Dan Respon Fagositosis

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.459Mb)
      Date
      1996
      Author
      Berata, I Ketut
      Wibawan, I Wayan Teguh
      Hoeminto, Hernomoadi
      Pasaribu, Fachriyan Hasmi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Streptococcus equi subsp. zooepidemicus sebagai penyebab kematian babi dan kera di Bali, memiliki fenotip berkapsul dan tidak berkapsul. Perbedaan fenotip ini mungkin menyebabkan perbedaan patogenitas dan reaksi pada inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan invasi, peru- bahan patologik dan respon fagositosis yang ditimbulkan oleh bakteri S. equi subsp. zooepidemicus yang diinfeksikan secara intraperitoneal, intramuskuler dan peroral masing-masing pada periode waktu 2, 4 dan 8 jam setelah infeksi (si). Isolat bakteri S. equi subsp. zooepidemicus diperoleh dari kasus streptoko- kosis pada babi di Bali yang telah dikoleksi dan diidentifikasi di Laboratorium Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Isolat yang digunakan adalah bakteri SGC 5.60 dan SGC 18 yang masing-masing telah diiden- tifikasi dan dikarakterisasi sebagai bakteri berkapsul dan tidak berkapsul. BakteriSGC 5.60 membentuk koloni mukoid/ berlendir pada media agar darah, berkoloni difus pada agar lunak dan bersifat hidrofilik. Sedangkan bakteri SGC 18 memben- tuk koloni kasar pada media agar darah, berkoloni kompak pada agar lunak dan bersifat hidrofobik. Kemampuan invasi berdasarkan reisolasi bakteri dari darah jantung mencit, pada infeksi secara intraperitoneal, bakteri berkapsul nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan bakteri tidak berkapsul. Infeksi secara intramuskuler pada mencit dengan bakteri berkapsul kemampuan invasinya bahkan sangat nyata lebih tinggi (P<0,01) dibandingkan yang tidak berkapsul. Infeksi bakteri secara intraperitoneal lebih cepat menyebabkan terjadinya bakteriemia dibandingkan infeksi secara intra- muskuler. Tidak terjadi bakteriemia pada infeksi secara oral sampai 8 jam si....dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119391
      Collections
      • MT - Veterinary Science [974]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository