| dc.description.abstract | Penyakit bisul bakteri pada tanaman kedelai dapat menurunkan hasil sampai 53.79 %. Salah satu cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah penggunaan benih dari varietas unggul (yaitu varietas yang tahan terhadap penyakit bisul bakteri).
Para pemulia tanaman menyusun program pemuliaan untuk memperoleh varietas yang resisten terhadap penyakit bisul bakteri. Beberapa penelitian yang dilakukan memberikan hasil yang bervariasi. Perbedaan hasil yang diperoleh akibat adanya perbedaan cara inokulasi, waktu inokulasi dan cara penilaian.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji beberapa metode inokulasi dan menguji reaksi ketahanan tanaman kedelai terhadap penyakit bisul bakteri yang disebabkan oleh patogen Xanthomonas campestris pv. glycines. Peneli- tian terdiri dari dua percobaan.
Percobaan pertama dilakukan di lapang (dalam polibag), menguji empat metode inokulasi dan waktu inoku- lasi. Metode inokulasi yang dicoba adalah pengolesan, penyemprotan, tusuk pada kotiledon dan perendaman benih.
Metode pengolesan dan penyemprotan dilakukan pada tanaman berumur 1 minggu, 2 minggu, 4 minggu, dan 6 minggu. Pada percobaan kedua diuji 75 genotipe tanaman kedelai, yang terdiri dari varietas lokal, varietas unggul nasional, galur dan introduksi.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 1994 sampai dengan Februari 1995 di Kebun Percobaan IPB, Cikabayan, Bogor dan di laboratorium Biokimia dan Mikrobiologi PAU Bioteknologi IPB.
Hasil yang diperoleh pada percobaan pertama menunjuk- semua perlakuan inokulasi buatan menimbulkan gejala kan, penyakit bisul bakteri baik berupa bintik kecil maupun besar, serangan yang ringan maupun berat. Waktu munculnya gejala penyakit bervariasi dari seminggu setelah inokulasi sampai lebih dari tiga minggu...dst | id |