| dc.description.abstract | Penelitian Fakultas ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Farmakologi, Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, dengan tujuan untuk mempelajari hubungan antara peningkatan estradiol dan progeste- ron dalam serum induk selama kebuntingan dengan perkembangan fetus dan kelenjar susu.
Penelitian ini menggunakan 305 ekor tikus betina galur Sprague- Dawley berumur 77 dibiarkan kosong. minggu. Tiga ratus ekor dikawinkan dan 5 ekor Tikus percobaan dibagi ke dalam 6 kelompok umur kebuntingan (0, 4, 8, 12, 16, dan 20 hari), dan 7 kelompok jumlah fetus (<10, 10, 11, 12, 13, 14, dan >14 ekor").
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan faktor perlakuan pertama adalah kelompok jumlah fetus dan faktor perlakuan kedua adalah umur kebuntingan.
Sampel darah diambil pada masing-masing umur kebuntingan untuk mengukur konsentrasi tikus estradiol dan progesteron, dan segera setelah dikorbankan untuk melihat jumlah korpus luteum, jumlah dan berat fetus, serta kelenjar susu. ......dst | id |