Show simple item record

dc.contributor.advisorSitorus, Santun R.P
dc.contributor.advisorSudarmo
dc.contributor.authorLisnawati, Yunita
dc.date.accessioned2023-06-15T07:32:57Z
dc.date.available2023-06-15T07:32:57Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119302
dc.description.abstractPerubahan penggunaan/penutupan lahan di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor sangat dinamis, dimana luas lahan pemukiman meningkat dengan cepat. Hal ini berakibat pada peningkatan selisih debit maksimum-minimum. Kenyataan menunjukkan bahwa peningkatan selisih debit maksimum-minimum ini memiliki kontribusi terhadap banjir, maupun kekeringan di wilayahnya dan daerah hilirnya. Sementara itu, di sisi lain kawasan Puncak ditetapkan sebagai kawasan konservasi tanah dan air. Kawasan ini diharapkan tetap menjamin tersedianya air tanah, air permukaan dan berperan dalam penanggulangan banjir bagi daerah hilirnya. Apabila perubahan penggunaan lahan pertanian dalam arti luas menjadi non pertanian berlangsung dengan cepat tanpa dilakukan upaya pengendaliannya, maka keseimbangan penggunaan dan kelestarian pemanfaatan lahan akan terancam. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis perubahan penggunaan lahan periode 1995-2003, (2) Menganalisis keterkaitan perubahan penggunaan lahan terhadap selisih debit maksimum-minimum, (3) Menganalisis besarnya daya dukung lahan di kawasan Puncak Kabupaten Bogor. Peta penggunaan/penutupan lahan tahun 1995-2003 diperoleh dari citra satelit landsat ETM. Analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), sedangkan analisis yang mendasarkan pada data atribut menggunakan Tehnik Pendugaan Pertumbuhan (Growth-decay function), Analisis Korelasi Berganda (Multiple Correlation Analysis), dan Analisis Regresi Berganda (Multiple Regression Analysis). Hasil analisis spasial menunjukkan perubahan penggunaan/penutupan lahan di Sub DAS Ciliwung Hulu pada periode 1995-2003 didominasi oleh perubahan lahan kebun campuran menjadi pemukiman, dengan rata-rata laju penambahan lahan pemukiman +15,44% per tahun atau 250,42 ha per tahun. Sedangkan laju pengurangan tertinggi pada lahan semak (-32,09%). Analisis korelasi berganda menunjukkan adanya korelasi negatif yang cukup tinggi antara luas hutan dan selisih debit maksimum-minimum. Dari hasil analisis regresi berganda dapat disimpulkan bahwa hutan mampu menurunkan selisih debit maksimum-minimum sebesar 0,027 m3/detik, jika luas hutan naik sebesar satu hektar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAnimal husbandryid
dc.subject.ddcCattleid
dc.titleAnalisis perubahan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap debit sungai dan daya dukung lahan di kawasan puncak kabupaten Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordStress statusid
dc.subject.keywordGrowth performanceid
dc.subject.keywordMineral khromiumid
dc.subject.keywordKualitas karkar;id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record