Show simple item record

dc.contributor.advisorEriyatno
dc.contributor.advisorDjojomartono, Moeljarno
dc.contributor.advisorMurdiyanto, Bambang
dc.contributor.advisorEidman, Muhammad
dc.contributor.authorHaluan, John
dc.date.accessioned2010-03-25T02:11:04Z
dc.date.available2010-03-25T02:11:04Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1192
dc.description.abstractSistem perencanaan motorisasi usaha penangkapan tradisional ikan di Indonesia mencakup berbagai faktor dan komponen yang berinteraksi satu dengan lainnya di dalam suatu batasan untuk mencapai tujuan tertentu. Masalah bersifat kompleks dan berkembang dengan perubahan waktu. ini Model Sistem Perencanaan Motorisasi Usaha Penangkapan, Ikan Tradisional (SPI-1) dikembangkan sebagai sistem penunjang keputusan untuk pengembangan perencanaan motorisasi usaha penangkapan ikan tradisional dengan menggunakan metoda rasio perbandingan Saaty (MRPS), kriteria Bayes dan analisa tekno-ekonomi. MRPS adalah salah satu teknik analisa jenjang keputusan yang digunakan untuk menentukan prioritas keputusan antar tingkat jenjang sistem perencanaan motorisasi usaha penangkapan tradisional. Kriteria Bayes digunakan untuk ikan seleksi alternatif teknik penangkapan ikan. Kajian tekno-ekonomi dilakukan dengan menduga lebih dahulu stok populasi ikan dengan proses delay yang dilanjutkan dengan analisa fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisa efisiensi kapal. Analisa skala usaha dihitung dengan BEP, NPV, IRR dan payback period. Verifikasi model dilakukan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat, dengan masukan informasi tahun 1995. Hasil verifikasi dari analisa jenjang keputusan menyatakan sebaiknya strategi diprioritaskan pada peningkatan pendapatan nelayan yang berorientasi pada kelestarian stok populasi ikan. Pendugaan stok populasi ikan menggunakan simulasi stok ikan adalah sebesar 7656,3 ton pada tahun kesepuluh. Penerapan teori kriteria Bayes menunjukkan pilihan jaring insang dari alternatif teknik penangkapan ikan yang lain. Kapal jaring insang berukuran 3,5 4,5 GT, memakai motor tempel berbahanbakar bensin dengan tenaga 40 HP dan jumlah jaring insang 20 25 piece. Efisiensi teknik kapal jaring insang bernilai % BEP dicapai pada saat hasil 37,36 tangkapan sebanyak 5946 kg atau sebesar Rp.4.757.193,-. Payback period adalah selama 3 tahun dengan IRR bernilai 15,55 %. ...
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcAquatic sciences
dc.titleSimulasi model sistem perencanaan motorisasi usaha penangkapan ikan tradisionalid
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordMotorisasi Perikanan Tradisional
dc.subject.keywordSistem Penunjang Keputusan
dc.subject.keywordAnalisa Tekno-Ekonomi
dc.subject.keywordStrategi Kelestarian Stok


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record