Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorLestari, Titi Kanti
dc.contributor.authorSuwarti, Widiyati Pawit
dc.date.accessioned2023-06-14T05:57:37Z
dc.date.available2023-06-14T05:57:37Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119136
dc.description.abstractKenaikan harga minyak pada awal tahun 2006 memengaruhi semua sektor ekonomi di Indonesia. Perekonomian Indonesia selama ini lebih banyak ditopang oleh usaha-usaha besar, mengalami kemunduran pada saat krisis. Hal ini disebabkan pada saat krisis ekonomi usaha besar banyak yang tidak berproduksi kembali atau stagnan bahkan tidak sedikit pula yang menutup usaha mereka. Hal tersebut menunjukkan rentannya pembangunan sektor usaha yang bertumpu pada usaha menengah dan besar (UMB). Tidak demikian dengan usaha kecil, usaha kecil ternyata mampu bertahan terhadap terpaan dan goncangan resesi ekonomi dunia serta mampu meningkatkan produktivitasnya. Faktor yang menyebabkan usaha mikro dan kecil (UMK) mampu bertahan salah satunya adalah karena penggunaaan bahan baku penolong yang digunakan berasal dari dalam negeri. Hal ini berbeda dengan usaha menengah dan besar yang sebagian besar bahan baku penolongnya di impor. Ketika terjadi kenaikan harga minyak dunia maka perusahaan menengah dan besar mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku karena harganya yang melambung tinggi. Akibatnya banyak usaha menengah dan besar pada saat terjadi krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM mengalami stagnasi dan bahkan banyak juga yang akhirnya tutup atau tidak bisa beroperasi kembali. Selain bahan baku, masih ada beberapa faktor lain yang menyebabkan UMK mampu bertahan di saat krisis ekonomi. Sehingga adalah sebuah hal yang menarik untuk mengadakan penelitian terhadap faktorfaktor yang memengaruhi produktivitas dan daya tahan UMK. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik UMK di Indonesia, (2) menganalisis produktivitas tenaga kerja UMK dan (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan UMK. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data cross section hasil sensus ekonomi tahun 2006 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, fungsi produksi Cobb Douglas dan analisis logistik. Kategori lapangan usaha UMK dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 sektor, yaitu sektor primer, sekunder, dan tersier. Hasil analisis produktivitas tenaga kerja menunjukkan bahwa di sektor primer variabel yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah bahan baku, modal, biaya input dan upah tenaga kerja. Keempat variabel dependen tersebut sangat kuat memengaruhi produktivitas tenaga kerja baik itu di sektor primer, sekunder, maupun tersier. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi model di sektor primerr yang mencapai 94%. Produktivitas tenaga kerja di sektor sekunder dipengaruhi oleh variabel modal dan upah. Modal dan upah sangat kuat memengaruhi produktivitas tenaga kerja sektor sekunder. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien determinasinya yang mencapai 93%. Produktivitas tenaga kerja sektor tersier dipengaruhi oleh variabel bahan baku, modal,....dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Argicultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcSmallid
dc.subject.ddcMedium Industryid
dc.titleAnalisis Produktivitas Tenaga Kerja dan Daya Tahan Usaha Mikro dan Kecil Terhadap Kenaikan Harga BBM di Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordmicro and small entrepreneurid
dc.subject.keywordCobb-Douglas production functionid
dc.subject.keywordcapitalid
dc.subject.keywordstronger enduranceid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record