| dc.description.abstract | Dalam struktur keterkaitan pemililr.an faktor produksi dan struktur keterkaitan
penerimaan-pengeluaran institusi juga terlihat struktur yang timpang antara KIB
terhadap KIT. Tenaga kerja di KIB sebagian besar dimiliki oleh institusi rumah tangga
di KIB sendiri yaitu sebesar 93 %, sedang yang dimiliki oleh rumah tangga di KIT
hanya 7 %. Tenaga kerja di KIT dimiliki oleh rumah tangga di KIB cukup besar
yaitu 30 %, sehingga dengc1n demikian rumah tangga di KIT memiliki 70 %. Hal
yang sama terjadi untuk distribusi pemilikan faktor produksi kapital, dimana terjadi
distribusi pemilikan faktor !Jroduksi kapital antar-wilayah yang tidak seimb.Jn0.
Sedang dalam struktur penerimaan institusi, rumah tangga pedesaan di KIB
menerima penerimaan antar-wilayah yang berasal dari pemiiika!1 faktor produksi
di KIT ~ebesar 16.9 % dan dari transfer <iari KIT sebesar 1.8 %. Penerimaan antarwilayah
rumah tangga pedesaan KIB ini lebih besar di!:>andi:1g penerimaan antarwiiayah
ruinah tangga pedesaan di KIT yaitu sebesar 7.6 % dari pemilikan faktor
produksi di KIB dar. 0.8 % dari transfer KIB. Struktur yang sama untuk golongan
rumah tangga perkctaan dan perusahaan di ke dua wilayah. D~ri struktur
pengeluaran institusi antar-wilayah, rumah tangga pedesaan KIB hanya
membelanjakan 5.0 % dari total pengeluarannya atas output sektor produksi di
KIT, tetapi sebaliknya rumah tangga di KIT membelanjakan 32.4 % dari total
pengeluarannya kepada output sektor produksi di KIB. | id |