Detosikasi sianida dalam ubi kayu (Manihot esculenta Crants) varietas pahit dengan fero sulfat dan pengaruhnya terhadap performans ayam broiler

Date
1987Author
Amrullah, Ibnu Katsir
Wahju, Juju
Sugandi, Dawan
Sutardi, Toha
Amalia Sofyan, Lily
Nur, M. Anwar
A.A. Mattjik
Metadata
Show full item recordAbstract
Suatu penelitian telah dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi harga dan penyediaan jagung yang mahal dan terbatas, dengan menggunakan tepung ubi kayu varietas pahit. Mayoritas zat makanan yang terdapat dalam ubi kayu adalah pati, tetapi pemakaiannya dibatasi oleh adanya zat anti-nutrisi sianida.
Untuk dapat menggunakan ubi kayu sebagai pengganti jagung dan mengatasi zat anti-nutrisi sianida telah dilakukan 5 (lima) tahap penelitian yang masing-masing bertujuan untuk mengetahui: (1) potensi ubi kayu sebagai sumber energi, (2) pengaruh adanya kulit terhadap kandungan Sianida, (3) daya tahan ayam broiler terhadap efek racun Sianida dan sifat penawar racun fero sulfat, (4) daya ikat fero sulfat terhadap sianida secara biologis dan (5) efek penambahan fero sulfat dalam ransum yang mengandung tepung ubi kayu berkulit dan tanpa kulit tehadap performans ayam broiler,
Penelitian I telah menghasilkan nilai EMn (Energi Metabolis yang dikoreksi terhadap retensi nitrogen) berturut-turut untuk tepung ubi kayu berkulit dan tanpa kulit adalah 3.142 ± 0.181 dan 3.418 ± 0.097 Mkal/kg atau 72 dan 76 % dari kandungan energi brutonya. Berarti ubi kayu memberi harapan untuk dipergunakan dalam ransum ayam broiler sebagai sumber energi pengganti jagung.
Penelitian II memperlihatkan jika linamarase yang tinggi dalam kulit ubi kayu bekerja optimal, kandungan sianida tepung ubi kayu berkulit (37.6 ± 11.4 ppm HCN) dapat lebih rendah dari kandungan sianida dalam tepung ubi kayu tanpa kulit (129.7 ± 55 ppm). Berarti pemakaian ubi kayu berkulit akan lebih menguntungkan karena mudah diolah dan murah serta dapat mengandung sianida yang rendah.
Penelitian III menunjukkan bahwa ayam broiler lebih tahan terhadap efek racun sianida dibandingkan dengan spesies lainnya (tikus, sapi dan domba). Hal ini diduga karena kandungan rhodanese dalam hatinya lebih tinggi. Nilai dosis lethal 50% (DL 50) akibat pemberian KCN adalah 23.22 ppm, Sianida yang diubah dalam bentuk K4Fe(CN)6 su-dah kehilangan sifat racunnya.
Penelitian IV telah membuktikan bahwa sianida sisa dalam tepung ubi kayu dapat diikat menjadi kompleks K4Fe (CN)6 sebanyak 13.5% oleh fero sulfat yang ditambahkan.
Collections
- DT - Animal Science [366]

