Optimasi Pupuk Organik dan NPK Majemuk pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur Dua Tahun
Abstract
Pemupukan merupakan faktor yang penting dalam pemeliharaan dan
produksi kelapa sawit. Produktivitas kelapa sawit yang tinggi membutuhkan
sejumlah masukan pupuk yang tepat. Optimasi pemupukan akan mengoptimalkan
produksi, mempertahankan kesuburan tanah dan menjaga lingkungan dari
pemupukan berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari pengaruh
pupuk organik dan NPK majemuk pada tanaman kelapa sawit belum
menghasilkan umur dua tahun, (2) menganalisis efisiensi pupuk NPK majemuk
pada kelapa sawit umur dua tahun, dan (3) menentukan dosis optimum pupuk
organik dan NPK majemuk pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur
dua tahun.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa
Sawit, IPB-Cargill Jonggol, mulai bulan Maret 2014 sampai Maret 2015.
Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap faktorial
dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk organik, terdiri atas empat
taraf, yaitu : 0, 25, 50, dan 75 kg pupuk organik tanaman-1 tahun-1. Faktor kedua
adalah pupuk NPK majemuk terdiri atas lima taraf, yaitu : 0, 1.2, 2.4, 3.6 dan 4.8
kg NPK majemuk tanaman-1 tahun-1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik nyata meningkatkan
luas, kadar nitrogen, fosfor, kalium pelepah daun ke-9, laju pertumbuhan lingkar
batang dan laju pertumbuhan luas daun. Pupuk NPK majemuk nyata
meningkatkan tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah pelepah, panjang pelepah,
luas daun pelepah ke-9, laju fotosintesis, tingkat kehijauan daun, nitrogen, fosfor
daun serta laju pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah pelepah.
Berdasarkan peubah morfologi dan fisiologi dengan respon kuadratik,
dosis optimum NPK majemuk pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan
umur dua tahun adalah 3.45 kg pupuk NPK majemuk tanaman-1 tahun-1. Dosis
optimum untuk pupuk organik tidak dapat ditentukan pada penelitian ini.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
