Show simple item record

dc.contributor.advisorThohari, Achmad Machmud
dc.contributor.advisorPutro, Haryanto R
dc.contributor.authorBudianti, Ika
dc.date.accessioned2023-06-07T09:09:07Z
dc.date.available2023-06-07T09:09:07Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118621
dc.description.abstractPenyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati adalah kerusakan habitat akibat dari bertambahnya populasi penduduk dan kegiatan manusia. Gajah membutuhkan wilayah jelajah yang luas dan cenderung menggunakan jalur jelajah yang sama dalam kurun waktu beberapa tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik antara manusia dengan gajah yang berupa ancaman dan penurunan tingkat kehidupan manusia dan gajah, yang dapat menghambat kegiatan pelestarian gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas konflik manusia dengan gajah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di HPKh Seblat dan sekitarnya serta mengetahui karakteristik konflik manusia dan gajah di sekitar HPKh Seblat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil pengamatan di lapangan dan hasil wawancara terstruktur dengan masyarakat desa yang mengalami konflik dengan gajah di HPKh Seblat dan sekitarnya. Hasil dari survey pergerakan gajah, penggunaan lahan dan titik konflik dipetakan dengan menggunakan program Arcview 3.3. Data-data yang diperoleh dari hasil overlay peta, pengamatan di lapangan dan hasil wawancara dilakukan analisis secara deskriptif, yang memberikan penjelasan, keterangan dan gambaran mengenai data-data yang diperoleh untuk dilakukan kajian konflik sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan penyelesaian konflik antara manusia dengan gajah secara komprehensif. Intensitas konflik memuat kriteria-kriteria yang terkait dengan konflik manusia dengan gajah sehingga tingkat intensitas konflik dapat diketahui. Dengan diketahuinya tingkat intensitas konflik manusia dengan gajah maka akan dapat diketahui tindakan penanganan konflik. Kriteria-kriteria kejadian yang diperlukan adalah sebagai berikut (1) Frekuensi konflik. Penentuan tingkat intensitas konflik rendah pada kriteria kejadian ini adalah jika selama satu tahun terdapat kurang dan sama dengan 12 kejadian pada satu desa. Sedangkan penentuan tingkat intensitas konflik tinggi jika selama satu tahun terdapat lebih dari 12 kejadian pada satu desa. (2) Kerugian jiwa manusia ataupun gajah. Tingkat intensitas konflik rendah terjadi apabila tidak terdapat kerugian jiwa baik manusia ataupun gajah atau terdapat korban manusia atau gajah yang mengalami luka-luka akibat konflik. Tingkat intensitas tinggi terjadi jika terdapat kasus kematian gajah maupun manusia akibat konflik manusia dengan gajah. (3) Kerugian ekonomi. Tingkat intensitas konflik rendah adalah apabila masyarakat mengalami kerugian ekonomi dibawah dan sama dengan Rp 413.900,-. per tahun dan tingkat intensitas konflik tinggi apabila masyarakat mengalami kerugian ekonomi di atas Rp 413.900,-. per tahun. (4) Lokasi konflik manusia dengan gajah.....dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Argicultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEnvironmental factors in forestryid
dc.subject.ddcAnimal ecologyid
dc.titleKajian Konflik Manusia dengan Gajah di Sekitar Hutan Produksi Fungsi Khusus (HPKh) Seblat, Propinsi Bengkuluid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhuman elephant conflictid
dc.subject.keywordmovementid
dc.subject.keywordland coverid
dc.subject.keywordcharacteristicid
dc.subject.keywordintensityid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record