Show simple item record

dc.contributor.advisorAdhi, Andriyono Kilat
dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.authorIbanah, Indah
dc.date.accessioned2023-06-07T05:26:10Z
dc.date.available2023-06-07T05:26:10Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118553
dc.description.abstractKedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang berasal dari kacangkacangan. Kedelai banyak digunakan sebagai bahan indutri pangan dan non pangan, dimana produksi kedelai tertinggi secara nasional berada di Jawa Timur. Namun, produktivitas kedelai di Jawa Timur lebih rendah dibanding Jawa Tengah yang memiliki luas lahan lebih sempit. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara produktivitas yang seharusnya dengan produktivitas yang dihasilkan. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan input dan faktor internal petani dalam kegiatan usahatani di Jawa Timur kurang efisien. Upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri selain melaksanakan kebijakan impor, juga melaksanakan salah satu program untuk meningkatkan produktivitas dan sumberdaya petani yang lebih terampil, yaitu melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi kedelai, menganalisis dan menentukan tingkat efisiensi teknis usahatani kedelai petani SLPTT dan non SLPTT, serta menganalisis faktor sosial-ekonomi determinan yang memengaruhi peningkatan efisiensi teknis usahatani kedelai. Penelitian ini menggunakan data cross section input dan output usahatani kedelai kuning pada Maret-Mei 2014 melalui wawancara mendalam secara langsung dengan analisis stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi produksi kedelai secara nyata yaitu, luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk kimia, dan jumlah pestisida cair. Usahatani kedelai petani SLPTT dan non SLPTT telah efisien secara teknis dengan nilai sebesar 79 persen, dimana nilai masing-masing 83 persen dan 75 persen. Faktor sosial-ekonomi determinan yang memengaruhi peningkatan efisiensi teknis usahatani kedelai secara nyata yaitu, usia, teknik tanam, penggunaan VUB, pengendalian mekanis, serta jumlah mengikuti penyuluhan dan atau SLPTT kedelai 2013. Usahatani kedelai SLPTT dan non SLPTT telah efisien secara teknis, dimana dampak efisiensi teknis usahatani kedelai SLPTT memiliki nilai efisiensi teknis lebih tinggi dibanding non SLPTT. Oleh sebab itu, perlu adanya program SLPTT yang sesuai dengan rancangan. Selain itu, perlunya monitoring ketat dari dinas pertanian daerah dalam mengawasi petugas penyaluran input khususnya benih dengan adanya sanksi tegas bagi petugas, sehingga penyaluran input tidak terlambat. Dengan demikian, maka akan terjadi keterjaminan ketersediaan input dalam upaya peningkatan produksi dan produkivitas kedelai.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Argicultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddc2014id
dc.titleDampak Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu terhadap Efisiensi Teknis Usahatani Kedelaiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordproductivityid
dc.subject.keywordprogramid
dc.subject.keywordstochastic frontierid
dc.subject.keywordtechnologyid
dc.subject.keywordfarmid
dc.subject.keywordsoybeanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record