Show simple item record

dc.contributor.advisorIrwanto, Abdul Kohar
dc.contributor.advisorMunandar, Jono Mintarto
dc.contributor.authorAndrianto, Mokhamad Syaefudin
dc.date.accessioned2023-06-06T00:55:54Z
dc.date.available2023-06-06T00:55:54Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118396
dc.description.abstractIPB sebagai universitas yang ingin mengedepankan riset (Research Based University) dan berkarakter wirausaha sebagai ciri khasnya, di tahun-tahun mendatang akan menghasilkan banyak produk riset termasuk invensi. Invensi didefinisikan sebagai ide inventor yang dituangkan kedalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. Hasil survei pendahuluan di Dit.RKS IPB menunjukkan bahwa produk invensi perguruan tinggi belum dapat dimanfaatkan secara optimal baik sosial maupun komersial. Dilain sisi, invensi IPB cukup kompetitif hal ini ditunjukkan dengan dominasi invensi IPB yang lolos seleksi kompetisi di Bisnis Innovation Center (BIC). Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun alternatif strategi komersialisasi dengan (1) merumuskan strategi umum berdasarkan identifikasi kekuatan, kelemahan tantangan dan ancaman invensi IPB, (2) menyusun klasifikasi produk invensi IPB bidang makanan dan minuman berdasarkan karakteristik tertentu, (3) Analisis strategi komersialisasi yang sesuai berdasarkan karakteristik invensi Peneliti memilih strategi komersialisasi invensi bidang makanan dan minuman karena jumlahnya cukup banyak dan bidang pangan merupakan salah satu agenda prioritas di IPB. Daftar invensi yang diambil berdasarkan buku Teknologi IPB untuk Industri Bidang Makanan-Minuman (2009). Metode untuk identifikasi kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang invensi menggunakan pendekatan analisis SWOT sehingga dapat dimunculkan alternatif-alternatif strategi umum pengembangan invensi. Invensi makanan-minuman yang jumlahnya cukup banyak dikelompokkan menggunakan analisis klaster. Kemudian tiap klaster disusun strategi komersialisasinya menggunakan pendekatan AHP. Hasil analisis SWOT memunculkan lima strategi komersialisasi produk invensi yaitu (1) pemetaan kebutuhan, tahapan dan prioritas invensi melalui klasterisasi, (2) riset pasar dan trend kebutuhan konsumen terutama terkait pengembangan produk berbasis sumber daya lokal, diversifikasi pangan yang sesuai dengan pasar (konsumen) (3) revitalisasi aktivitas inkubasi invensi sampai layak skala komersial dan sinkronisasi program pendanaan (4) aliansi / joint development (produksi, pemasaran, SDM, finansial), dan (5) revitalisasi area/ bursa produk invensi. ...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleAnalisis Strategi Komersialisasi Invensi Makanan-Minuman IPBid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordinventionsid
dc.subject.keywordfood and beveragesid
dc.subject.keywordcommercializationid
dc.subject.keywordadded-valueid
dc.subject.keywordclusters analysisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record