| dc.description.abstract | Tingginya kebutuhan tekstil di dunia, membuat industri tekstil semakin berkembang. Dalam proses produksinya, selain produk tekstil, industri tekstil juga menghasilkan limbah yang amat berbahaya, salah satu komponen limbah tersebut adalah zat warna yang merupakan senyawa organik non-bidegradable yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanokristal TiO2 dengan metode sol-gel dan melihat pengaruh doping ion tembaga (II) terhadap struktur dan ukuran kristal TiO2 serta efektivitas dalam degradasi fotokatalisis pewarna metil violet (MV). Nanokristal TiO2 doping ion tembaga (II) disintesis dengan metode sol-gel, menggunakan bahan TiCl4 sebagai sumber titanium, etanol sebagai pelarut, dan polietilen glikol (PEG) sebagai aditif, serta Cu(NO3)2 sebagai sumber ion tembaga (II). Ketiga bahan yang pertama dicampur dan distirrer selama 8 jam dengan kecepatan 500 rpm pada suhu kamar sehingga membentuk sol. Larutan yang terbentuk dibagi empat yang disebut prekursor. Satu bagian tanpa doping dan tiga bagian didoping ion tembaga berturut-turut 2,0 wt%, 4,0 wt% dan 6,0 wt% . Keempat prekursor tersebut dikalsinasi pada suhu 400oC dan 450oC (prekursor tanpa doping) sedangkan prekursor doping ion tembaga (II) dikalsinasi pada suhu 450oC dengan kenaikan suhu 1oC/m selama 4 jam, hingga terbentuk bubuk nanokristal TiO2. Hasil sintesis nanokristal TiO2, baik yang didoping maupun tanpa doping dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM...dst | id |