Karakteristik Kayu Beech (Fagus sylvatica L.) Termodifikasi pada Berbagai Kondisi Furfurilasi
View/ Open
Date
2016Author
Sejati, Prabu Satria
Nandika, Dodi
Priadi, Trisna
Gerardin, Philippe
Metadata
Show full item recordAbstract
Kayu merupakan polimer alami yang mudah terdegradasi akibat faktor
biotik maupun abiotik. Oleh karena itu pemanfaatannya sebagai bahan bangunan
seringkali kurang optimal. Pada saat yang bersamaan, kompetisi pemanfaatannya
dengan bahan bangunan lain telah mendorong penyediaan produk berbasis kayu
dengan kualitas yang tinggi. Dalam kaitan ini teknik modifikasi kayu, termasuk
furfurilasi, dikembangkan untuk memperoleh kayu dengan keawetan dan stabilitas
dimensi tinggi sekaligus sebagai pengganti metode pengawetan kayu
konvensional yang berpotensi mencemari lingkungan. Kayu beech merupakan
spesies utama di hutan Eropa yang kurang dimanfaatkan karena rendahnya
stabilitas dimensi dan ketahanan terhadap jamur pelapuk. Seperti halnya yang
telah berkembang pada pinus radiata, furfurilasi diharapkan dapat meningkatkan
nilai guna kayu beech. Wood is natural polymer that easily degraded by biotic as well as abiotic
factors. Therefore its utilization as a building material is not quite optimal.
Furthermore, competition with other building materials utilization forced the
supply of high quality wood based products. In this regards, wood modification
including furfurylation, has been developed to obtained high dimensional stability
and durability of wood as well as to replace the conventional preservation method
that potentially pollute the environment. European beech (Fagus sylvatica L.) is a
major tree species of European forest that is underexploited because of its low
dimensional stability and durability. Similarly to what has been developed with
radiata pine, furfurylation expected to be able to improve beech wood properties.
Collections
- MT - Forestry [1511]
