Show simple item record

dc.contributor.advisorSukma, Dewi
dc.contributor.advisorSudarsono, Sudarsono
dc.contributor.advisorGiyanto, Giyanto
dc.contributor.authorElina, Juanita
dc.date.accessioned2023-05-31T04:42:53Z
dc.date.available2023-05-31T04:42:53Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118241
dc.description.abstractSalah satu kendala dalam budidaya anggrek Phalaenopsis di daerah tropis adalah rendahnya ketahanan terhadap penyakit busuk lunak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri patogen Dickeya dadantii. Penggunaan varietas tahan atau resisten merupakan salah satu alternatif pengendalian yang dapat diandalkan dan merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Varietas tahan dapat diperoleh melalui evaluasi dan seleksi ketahanan tanaman dengan menginokulasikan penyakit, namun seleksi ketahanan bukan sesuatu hal yang mudah dilakukan karena terkait dengan penyebaran dan penularan penyakit serta membutuhkan waktu yang lama dalam seleksi. Cara yang digunakan untuk mengatasinya adalah penggunaan marka molekuler, yang dapat mempersingkat waktu seleksi dalam memperoleh tanaman yang resisten. Serangkaian kegiatan penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode evaluasi respon ketahanan anggrek Phalaenopsis terhadap infeksi bakteri D. dadantii, mengevaluasi respon ketahanan genotipe anggrek Phalaenopsis terhadap infeksi D. dadantii, mengisolasi dan mengkarakterisasi gen Pto asal 20 genotipe anggrek Phalaenopsis, dan mengembangkan marka SNAP (Single Nucleotide Amplified Polymorphism) pada 32 genotipe anggrek Phalaenopsis berbasis gen Pto.id
dc.description.abstractOne of the obstacles in a Phalaenopsis orchid cultivation in tropical regions is the low resistance to soft rot disease. The disease is caused by pathogenic bacteria Dickeya dadantii. Using resistant varieties is one of alternative control to do and is one of the appropriate solutions to overcome these obstacles. Resistant varieties can be obtained through the evaluation and selection of plant resistance by inoculating disease, but is not an easy thing to do because it can spread and transmission the disease and requires long time in the selection. Using molecular markers could shorten the time of selection to obtain resistant plants. A series of research activities were carried out to developed evaluation method of Phalaenopsis orchid resistance response to bacterial infections D. dadantii, evaluated respons of Phalaenopsis resistance to infection D. dadantii, isolated and characterized the Pto gene from 20 genotypes Phalaenopsis, and developed SNAP markers in 32 genotypes Phalaenopsis based on Pto gene.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcGarden plant - Ornamental plantid
dc.titleRespon ketahanan anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak akibat infeksi Dickeya dadantii dan karakterisasi molekuler dengan marka SNAPid
dc.title.alternativeSalah satu kendala dalam budidaya anggrek Phalaenopsis di daerah tropis adalah rendahnya ketahanan terhadap penyakit busuk lunak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri patogen Dickeya dadantii. Penggunaan varietas tahan atau resisten merupakan salah satu alternatif pengendalian yang dapat diandalkan dan merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Varietas tahan dapat diperoleh melalui evaluasi dan seleksi ketahanan tanaman dengan menginokulasikan penyakit, namun seleksi ketahanan bukan sesuatu hal yang mudah dilakukan karena terkait dengan penyebaran dan penularan penyakit serta membutuhkan waktu yang lama dalam seleksi. Cara yang digunakan untuk mengatasinya adalah penggunaan marka molekuler, yang dapat mempersingkat waktu seleksi dalam memperoleh tanaman yang resisten. Serangkaian kegiatan penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode evaluasi respon ketahanan anggrek Phalaenopsis terhadap infeksi bakteri D. dadantii, mengevaluasi respon ketahanan genotipe anggrek Phalaenopsis terhadap infeksi D. dadantii, mengisolasi dan mengkarakterisasi gen Pto asal 20 genotipe anggrek Phalaenopsis, dan mengembangkan marka SNAP (Single Nucleotide Amplified Polymorphism) pada 32 genotipe anggrek Phalaenopsis berbasis gen Pto.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSoft rotid
dc.subject.keywordDisease resistanceid
dc.subject.keywordPto geneid
dc.subject.keywordMolecular markersid
dc.subject.keywordSNAPid
dc.subject.keywordPlant resistanceid
dc.subject.keywordGenetic diversityid
dc.subject.keywordGeneid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record