Show simple item record

dc.contributor.advisorBaskoro, Dwi Putro Tejo
dc.contributor.advisorSulistyantara, Bambang
dc.contributor.authorSetiawati
dc.date.accessioned2023-05-31T02:42:28Z
dc.date.available2023-05-31T02:42:28Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118225
dc.description.abstractKota merupakan pusat kegiatan hidup manusia yang relatif dinamis dalam segala aspek ekonomi, sosial budaya, pelayanan serta pengembangannya (Nurisjah, 2005). Pertumbuhan penduduk yang pesat disuatu kota akan berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan lahan di perkotaan terutama untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Undang-undang nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang telah mengamanatkan bahwa dalam perencanaan tata ruang wilayah kota harus menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan proporsi 30% dari luas wilayah kota yang terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Luas RTH definitif berdasarkan masterplan RTH Kota Bogor tahun 2005 adalah seluas 1.878,14 ha (15,85%) dari total luas wilayah Kota Bogor, namun hingga saat ini kota Bogor belum mempunyai peraturan perundangan yang mengatur dan menetapkan RTH di Kota Bogor sehingga keberadaan RTH di Kota Bogor masih rawan terhadap alih fungsi. Semakin menurunnya jumlah dan kualitas RTH karena tuntutan pembangunan ekonomi pada areal kota Bogor yang terbatas, menyebabkan perlu adanya kebijakan penetapan peruntukan RTH dan strategi pengelolaannya untuk mengendalikan alih fungsi ruang terbuka hijau di perkotaan. Keberhasilan pengelolaan RTH di masa yang akan datang sangat bergantung pada kualitas produk peraturan perundangan yang berpihak pada kelestarian RTH serta kebijakan pengendalian konversi penggunaan lahan RTH menjadi non RTH. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis kebutuhan luas RTH di Kota Bogor berdasarkan standar luas wilayah dan jumlah penduduk serta mengidentifikasi jenis RTH di Kota Bogor, (2) mengetahui penyebaran dan penilaian kinerja RTH di wilayah kota Bogor, (3) menganalisis terjadinya pergeseran penggunaan lahan RTH di Kota Bogor dan (4) menyusun strategi pengelolaan RTH dan pengendalian perubahan penggunaan lahan RTH di kota Bogor. Metode analisis yang digunakan adalah analisis spasial, shift share analisys, Analytic Hierarchy Process (AHP) dan analisis SWOT. Hasil analisis citra ikonos menunjukkan bahwa secara keseluruhan kebutuhan RTH di Kota Bogor baik berdasarkan luas wilayah yaitu seluas 3.505,68 ha dan berdasarkan jumlah penduduk yaitu seluas 1.057,97 ha masih bisa dipenuhi oleh keberadaan luas total RTH seluas 4.563,65 ha, dimana luas tersebut merupakan luas RTH definitif dan luas RTH potensial. Luas total RTH tersebut terdiri dari hutan kota (162 ha), kawasan dan jalur hijau (1.245,31 ha), lahan pertanian kota (2.160,31 ha), lahan terbuka (501,57 ha), lapangan olah raga (84,92 ha), sempadan rel kereta api (9,08 ha), sempadan situ (95,35 ha), sempadan sungai (122,90 ha), sempadan sutet (3,96 ha), taman kota (36,24 ha) dan TPU (142,01 ha). Luas RTH definitif diupayakan tidak akan beralih fungsi menjadi bentuk penggunaan lain, namun luas RTH potensial masih sangat rawan alih fungsi karena sebagian besar pengelolaan RTH potensial merupakan milik privat yang sangat sulit dilakukan intervensi oleh pemerintah. Upaya untuk..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleAnalisis Ruang Terbuka Hijau dan Pengalihgunaannya di Kota Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordRTHid
dc.subject.keywordindeks fragmentasiid
dc.subject.keywordPerubahan penggunaan lahanid
dc.subject.keywordhutan kotaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record