| dc.description.abstract | Sarang dan Kragan adalah kecamatan di Kabupaten Rembang sebagai
sentra produksi perikanan laut di Propinsi jawa tengah. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi Parameter Iklim Mikro selama 10 tahun terakhir, Menganalisis
Keterkaitan Hasil Tangkap Ikan dengan Perubahan Iklim Mikro. Selanjutnya
Menganalisis seberapa Besar Tingkat Kesejahteraan Nelayan yang dilihat dari
Berubahnya Nilai Tukar Nelayan, Menganalisis Daya Dukung Lingkungan akibat
Perubahan Iklim Terhadap Masyarakat Nelayan dan Kebijakan yang diambil
pemerintah kabupaten Rembang.
Perubahan iklim global berpengaruh terhadap perubahan iklim mikro di
Rembang. Perubahan Iklim Mikro yang terjadi berdampak pada perikanan
tangkap. Analisis karekteristik perubahan iklim lokal dengan indikator hari hujan,
curah hujan dan kecepatan angin setiap tahun mengalami perubahan yang
signifikan. Hasil koefisien regresi bahwa kenaikan hari hujan menurunkan hasil
tangkapan ikan. Sementara kenaikan Kecepatan Angin akan menurunkan hasil
tangkapan ikan sehingga menurunkan penerimaan nelayan.
Salah satu indikator perubahan iklim mikro adalah terjadinya pemanasan
global. Nilai Tukar Nelayan (NTN) keluarga nelayan dari tahun 2001-2010
mengalami penurunan. Nilai Tukar Nelayan pada tahun 2001 nilainya diatas satu
sedangkan pada tahun 2010 dibawah satu yang artinya penerimaan keluarga
nelayan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan subsistennya. Penurunan
nilai tukar nelayan ini diduga akibat perubahan iklim mikro yang terjadi di
Rembang.
Jumlah kemiskinan tahun 2001 relaif kecil sebasar 2,86 % sedangkan
pada tahun 2010 jumlah kemiskinan mengalami peningkatan sebesar 17,14 %.
Peningkatan jumlah kemiskinan nelayan Mini Purse Seine akibat perubahan iklim
yang ditandai dengan intesitas hujan dan kecepatan angin yang ekstrim (tinggi).
Pemanasan global disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca.
Perubahan iklim terjadi didunia, tak terkecuali di Indonesia. Nilai Ecological
Footprint 7,899 ha/ kapita, sedangkan biocapacity yang tersedia 3,118 ha/ kapita.
Perbandingan antara Ecological Footprint (EF) dan Biocapacty (BC) terlihat
bahwa EF > BC. Hasil ini menunjukan telah terjadi defisit sumberdaya alam di
Kecamatan Sarang dan Kragan.
Strategi adapatasi yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Sarang dan
Kragan akibat iklim yang ekstrim yaitu meminjam uang, menjual barang,
mengurangi biaya operasional melaut, mengolah hasil tangkapan ikan menjadi
produk yang bernilai tinggi dan bekerja sampingan. Sedangkan strategi mitigasi
yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Sarang dan Kragan yaitu membuat
bangunan ditepi pantai dan penanaman mangrove atau tanaman pantai lainnya di
daerah pesisir laut. | id |