Dinamika populasi fauna tanah dengan sistem pergiliran tanaman padi dan kedelai pada pertanian organik
View/ Open
Date
2013Author
Manalu, Chichi Josephine
Widyastuti, Rahayu
Arifin, Sandra
Metadata
Show full item recordAbstract
Kemajuan teknologi dalam bidang pertanian sebagai dampak dari revolusi
industri dan revolusi hijau, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara
global, namun juga membawa dampak negatif. Kesadaran tentang terjadinya
berbagai dampak negatif tersebut diwujudkan dengan pengembangan sistem
pertanian yang berorientasi “kembali ke alam” dan disebut dengan pertanian
organik. Pertanian organik merupakan keseluruhan sistem pengelolaan produksi
yang mendorong dan mengembangkan kesehatan agroekosistem, termasuk
keanekaragaman hayati, siklus dan aktivitas biologis tanah. Fauna tanah
merupakan hewan yang sebagian maupun seluruh hidupnya berada di tanah, baik
di permukaan tanah maupun di dalam tanah. Pengelolaan bahan organik ditujukan
untuk memperoleh/menyediakan sumber energi dan nutrisi bagi fauna tanah,
sehingga keanekaragaman fauna tanah terjaga dan dapat menjalankan perannya
dalam membantu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Setiap jenis
fauna tanah memerlukan senyawa organik yang berbeda dengan jenis fauna
lainnya, sehingga diperlukan keanekaragaman tanaman sebagai sumber organik.
Hal ini dapat dicapai dengan melakukan pola tanam yang baik. Pola tanam
memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. Dengan pola tanam ini
berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dinamika populasi fauna
tanah di lahan pertanian dengan sistem pergiliran atau pola tanam padi-padi, padikedelai,
kedelai-kedelai pada pertanian organik dan mempelajari pengaruh dosis
pupuk kandang. Penelitian terdiri dari dua musim tanam, musim tanam pertama
dan ke-dua. Pada musim tanam pertama plot ditanami padi dan kedelai dengan
diberikan pupuk kandang dosis 20 ton/ha. Data yang diperoleh (kepadatan,
biomassa dan keragaman fauna tanah) dianalisis menggunakan uji t-student.
Musim tanam ke-dua pola tanamnya adalah sebagai berikut: plot yang semula
ditanami padi, ditanam kembali dengan padi (padi-padi) dan kedelai (padi–
kedelai), sedangkan plot yang sebelumnya ditanami kedelai, ditanam kembali
dengan kedelai (kedelai–kedelai). Pupuk kandang diberikan dengan dua dosis
yang berbeda, yaitu 10 dan 20 ton/ha. Penelitian disusun menggunakan
Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan dua faktor perlakuan, yaitu: 1.
Perlakuan pola tanam, dengan tiga taraf (padi-padi, padi-kedelai, dan kedelaikedelai),
2. Perlakuan dosis pupuk kandang (10 dan 20 ton/ha). Akar tanaman dan
perbandingan peubah-peubah antar musim diuji dengan menggunakan uji
t-student.
Collections
- MT - Agriculture [3999]
