| dc.description.abstract | nvestasi disektor pertanian selama ini dianggap belum memberikan keuntungan baik bagi target pendapatan pemerintah maupun swasta domestik dan asing, sehingga investasi untuk sektor pertanian setiap tahun mengalami flutuasi, disisi lain investasi sektor pertanian sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, memacu pertumbuhan sektor pertanian dalam meningkatkan pendapatan masyarakat yang sebagian besar hidup dari sektor ini, menyediakan lapangan kerja dan bahan baku bagi industri. Dengan demikian, investasi dapat mengakibatkan penggunaan sumber daya alam secara tepat, pendirian berbagai macam jenis industri sehingga meningkatkan kesempatan kerja, dan peningkatan standar hidup yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan ekonomi. Peran sektor pertanian masih sangat dominan sumbangannya terhadap PDRB Provinsi Jambi yang dari tahun ke tahun nilainya terus meningkat sekaligus penyerap tenaga kerja yang besar. Di sisi lain, jumlah PMDN dan PMA masih sangat rendah atau selalu berfluktuasi dari tahun ketahun. Hal ini perlu menjadi perhatian, sehingga nilai investasi di sektor pertanian dapat ditingkatkan. Peningkatan investasi dan konsumsi pada sektor pertanian merupakan pendorong penting peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut.
Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis tingkat keterkaitan kebelakang dan ke depan sektor pertanian dengan sektor ekonomi lainnya di Provinsi Jambi; (2) menganalisis dampak investasi sektor pertanian terhadap pembentukan output, pendapatan, dan tenaga kerja; (3) menganalisis faktor-faktor yang mendorong kebijakan dan keputusan investor untuk melakukan investasi di sektor pertanian di Provinsi Jambi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peranan sektor pertanian di Provinsi Jambi cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap pembentukan struktur permintaan dan penawaran. Bila dilihat dari sisi permintaan akhir, sektor pertanian memiliki nilai sebesar Rp15 369,00 milyar atau sebesar 35,46 persen dari total permintaan akhir. Permintaan akhir tersebut dialokasikan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, perubahan stok, ekspor dan impor. Total konsumsi masyarakat terhadap sektor pertanian sebesar Rp 6 804,68 milyar atau sebesar 14,99 persen, Investasi sektor pertanian di Provinsi Jambi tahun 2010 sebesar Rp 970,83 milyar atau sebesar 13,45 persen dari total investasi sektor perekonomian secara keseluruhan. Nilai investasi tersebut terdiri dari pembentukan modal tetap bruto sebesar Rp 163,93 milyar dan perubahan stok sebesar Rp 806,89 milyar. Nilai ekspor keseluruhan sektor pertanian adalah sebesar Rp 7 593,48 milyar atau sebesar 21,33 persen dari total ekspor keseluruhan sektor perekonomian. Nilai impor sektor pertanian sebesar Rp 2 019,27 milyar atau sebesar 8,50 persen dari total impor keseluruhan sektor perekonomian. ..dst | id |