Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiarti, Sri
dc.contributor.advisorRusmana, Iman
dc.contributor.authorAstriningsih, Sang Ayu Putu Listya
dc.date.accessioned2023-05-26T02:50:18Z
dc.date.available2023-05-26T02:50:18Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118038
dc.description.abstractPenyakit infeksi di Indonesia masih menduduki peringkat pertama. Infeksi ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, akan tetapi terjadi pula di negara maju. Sebagai contoh yang sering terjadi di Eropa dan Amerika Serikat adalah kasus penyakit yang disebabkan oleh Salmonella enteritidis yang ditularkan melalui daging ayam, telur, dan produk olahannya. Beberapa bakteri patogen seperti E. coli, Salmonella, Shigella, Staphylococcus aureus, dan Campylobacter sp. juga dapat mencemari makanan. Dari 18 kasus keracunan makanan yang terjadi pada tahun 2003, sebesar 83,30% disebabkan oleh bakteri patogen, dan pada tahun 2004 dan 2005 masing-masing 60% dari 41 kasus dan 72,20% dari 53 kasus. Antibiotik telah digunakan untuk terapi akibat infeksi bakteri patogen tersebut, akan tetapi pada saat ini penggunaan antibiotik menjadi tidak efektif karena munculnya resistensi dan akumulasi residu bagi pengkonsumsinya. Fage litik Salmonella sp FR38, FR19, dan FR84 adalah fage yang diisolasi dari limbah cair rumah tangga (LCRT) di daerah Babakan, Darmaga. Pada penelitian tersebut dilaporkan fage litik ini dapat melisiskan Salmonella sp. resisten antibiotik yang diisolasi dari feses penderita diare di Puskesmas Sindang Barang Bogor. Dalam penelitian ini kestabilan fage terhadap kondisi pH ditentukan dengan cara memeriksa fage pada berbagai kondisi pH (4-11). Ketiga fage FR38, FR19, dan FR84 memiliki kondisi optimum pada pH, hal ini dapat dilihat dari jumlah plak. Fage FR38 memiliki kestabilan terbaik terhadap pH dibandingkan dengan fage FR19 dan FR84. Fage FR38 cenderung stabil pada kondisi asam, hal ini dapat terlihat dari penurunan jumlah plak pada pH 5 dan pH 4 sebesar 24.23% dan 32.7%. Pada kondisi basa, yaitu pH 9 dan pH 11 terjadi penurunan jumlah plak yang lebih besar yaitu sebesar 35% dan 64.6%. Fage FR19 dan FR84 memiliki karakteristik yang sama dengan fage FR38. Kedua fage tersebut cenderung stabil pada kondisi asam. Pada FR19 terjadi penurunan jumlah plak...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleKarakterisasi Fage Litik Salmonella sp. FR38, FR19, dan FR84id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordfage litikid
dc.subject.keywordSalmonella spid
dc.subject.keywordsuhu, pH, buferid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record