Show simple item record

dc.contributor.advisorIdris, Komaruddin
dc.contributor.advisorSuwarno
dc.contributor.advisorRachim, Djunaedi A
dc.contributor.authorWijaya, Alwan
dc.date.accessioned2023-05-25T06:39:24Z
dc.date.available2023-05-25T06:39:24Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118006
dc.description.abstractPemanfaatan dan pengembangan lahan-lahan kering bermasalah bagi berbagai usaha pertanian tidak dapat dihindari bahkan akan makin meningkat. Hal ini disebabkan oleh semakin sempit dan terbatasnya lahan pertanian yang subur di Indonesia untuk intensifikasi pertanian, khususnya tanaman pangan. Lahan-lahan yang masih tersisa umumnya mempunyai tingkat kesuburan rendah dengan sifat fisik, kimia, dan biologi yang kurang baik. Oxisol adalah tanah mineral yang kaya seskuioksida dan telah mengalami pelapukan lanjut, biasanya mempunyai solum tebal dengan batas horizon tanah baur dan dicirikan oleh wamanya yang merah atau kemerahan, dengan porositas tinggi, serta bersifat gembur (Bennema, 1967 dalam Prasetyo, Suleman, dan Mulyani, 1997). Tanah tersebut miskin akan mineral-mineral yang mudah lapuk, kandungan mineral resisten sangat tinggi, serta memiliki kapasitas tukar kation yang rendah. Luas areal Oxisol di lr)donesia diperkirakan sebesar 14.11 juta hektar atau 7.5% dari luas wilayah daratan di Indonesia (Puslitbangtanak, 2002).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titlePenggunaan fosfat alam, pupuk kandang, dan terak baja kaitannya dengan ketersediann P dan respons tanaman jagung pada kndiudox tipik serangid
dc.subject.keywordTanah Oxisolid
dc.subject.keywordserapan haraid
dc.subject.keywordserapan fosforid
dc.subject.keywordtanaman jagungid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record