Show simple item record

dc.contributor.advisorPriyarsono, Dominicus Savio
dc.contributor.advisorWidyastutik
dc.contributor.authorImadidin, Ra'iyatu
dc.date.accessioned2023-05-25T00:21:46Z
dc.date.available2023-05-25T00:21:46Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117945
dc.description.abstractIntegrasi ekonomi merupakan implementasi dari liberalisasi perdagangan yang mengatur mengenai pengurangan hambatan perdagangan dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan perdagangan antar negara. Hambatan-hambatan tersebut dapat berupa hambatan tarif, hambatan non-tarif, dan melalui fasilitasi perdagangan. Fasilitasi perdagangan bertujuan untuk menurunkan biaya transaksi perdagangan, meningkatkan daya saing dan efisiensi perdagangan. Meningkatnya efisiensi perdagangan akan meningkatkan GDP dan pendapatan perkapita serta berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fasilitasi perdagangan terhadap ekspor dan menganalisis pengaruh ekspor tehadap ketimpangan pendapatan di negara-negara RCEP. Metode yang digunakan adalah Two Stage Least Square (2SLS) dengan model gravitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fasilitasi perdagangan ke arah yang lebih baik di kawasan RCEP akan menurunkan biaya ekspor ke tingkat yang lebih rendah. Analisis kuantitatif persamaan pertama menunjukkan bahwa pengaruh sebagian besar variabel fasilitasi perdagangan terhadap nilai ekspor adalah positif signifikan, terutama infrastruktur transportasi udara dan infrsatruktur pelabuhan. Variabel peraturan pemerintah untuk kedua negara eksportir maupun importir menunjukkan hasil negatif. Hasil variabel lainnya yaitu GDP perkapita, jarak, perbatasan, serta nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor kawasan RCEP. Hasil persamaan kedua menunjukkan bahwa ekspor di kawasan RCEP berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan ekspor di kawasan RCEP secara keseluruhan akan meningkatkan ketimpangan. Hasil penelitian dengan menggunakan variabel dummy menunjukkan hubungan positif signifikan antara ekspor terhadap ketimpangan di kawasan RCEP pada kelompok negara-negara sedang berkembang, sedangkan untuk negara-negara maju menunjukkan hasil negatif tetapi tidak signifikan. Peningkatan fasilitasi perdagangan sebaiknya terfokus pada infrastruktur transportasi udara dan transformasi pelabuhan. Perbaikan peraturan pemerintah yang dilakukan perlu diikuti dengan koordinasi dan sinergi yang baik sehingga perbaikan kebijakan peraturan yang telah ditetapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap ekspor. Untuk memanfaatkan integrasi kawasan RCEP, pemerintah masing-masing negara perlu memperhatikan pemerataan keuntungan dari adanya pertumbuhan ekspor terutama untuk negara-negara sedang berkembang seperti penguasaan sumber daya oleh pihak asing.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcEconomyid
dc.titleFasilitasi Perdagangan, Kinerja Ekspor, dan Ketimpangan Pendapatan di Negara-Negara Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Pembimbingid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordexport performanceid
dc.subject.keywordincome inequalityid
dc.subject.keywordtrade facilitationid
dc.subject.keywordRCEPid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record