Studi Perbandingan Metode Palpalasi Digital dan Endoskopi untuk Diagnosis Kebuntingan Dini pada Kambing Kacang

Date
1987Author
Manan, Djema'at
Sukra, Yuhara
Toelihere, Mozes R.
Titus, Iskandar
Sastrohadinoto, Soenarjo
Tanadimadja, Kusmat
Partodihardjo, Soebadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan menentukan metode yang tepat, praktis dan murah sebagai model yang dapat didayagunakan untuk diagnosis kebuntingan dini pada ruminansia kecil. Sebagai hewan percobaan digunakan sebanyak 60 ekor kambing Kacang berumur tiga tahun yang telah dikawinkan secara alamiah dan diduga bunting 31 hari.
Pemeriksaan kebunt.ingan dini hewan percobaan dilakukan dengan metode palpasi digital dan endoskopi mengguna-kan teknik perasat bedah. Teknik ini menyebabkan terjadi-nya perubahan-perubahan klinik dan gambaran darah hewan percobaan tersebut. Palpasi digital dilakukan dengan menggunakan jari telunjuk. Kedua kornua uterus diraba melalui lubang laparotomi mini linea alba kaudal atau lapa-rotmi mini legok lapar dorsal. Tolok ukur yang digunakan untuk penafsiran adalah kebengkakan, penipisan dinding, dan fluktuasi kornua uterus. Metode endoskopi dilakukan dengan cara melihat korpus luteum graviditatum pada ovarium, kebengkakan dan demarkasi kornua uterus melalui endoskopi.
Penyembuhan luka laparotomi mini linea alba kaudal (6,18 hari) lebih singkat daripada legok lapar (8,03 hari).
Derajat ketelitian metode palpasi digital melalui laparotomi mini linea alba kaudal (100%) ternyata lebih tinggi daripada metode palpasi digital melalui laparotomi legok lapar dorsal (91,67%) pada uji kebuntingan dini, sedangkan ketelitian kedua metode pada uji tidak sama. Derajat ketelitian metode palpasi digital melalui laparotomi mini linea alba kaudal lebih tinggi (100%) daripada metode endoskopi (93,75%) pada uji kebuntingan dini. Ketelitian uji tidak bunting metode palpasi digital (100%) ternyata lebih tinggi daripada metode endoskopi (92,86%).
Metode palpasi digital dan metode endoskopi dengan Rompun sebagai bahan anestesi ternyata lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Rompun dan Ketalar. Di pihak lain perlu dipertimbangkan bahwa lama sedasi merupakan salah satu unsur kritikal yang menentukan ketenangan bekerja pelaksana laparotomi. Dengan demikian kedua alter-natif yang dikemukakan ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mempertimbangkan pilihan mana yang akan dipakai.
Penyuntikan Rompun yang dilanjutkan dengan deteksi kebuntingan dini menyebabkan perubahan-perubahan klinik dan gambaran darah hewan percobaan yang bersifat sementara.
Dari perhitungan biaya ternyata bahwa metode palpasi digital jauh lebih murah jika dibandingkan dengan metode endoskopi (p < 0,01).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deteksi kebuntingan dini metode palpasi digital melalui laparotomi mini linea alba kaudal lebih teliti, lebih praktis dan lebih murah daripada metode endoskopi.
Collections
- DT - Veterinary Science [305]

