Show simple item record

dc.contributor.advisorWidajat, Eny
dc.contributor.advisorSuwarno, CF
dc.contributor.authorPelealu, Rian Virvian Hidayat R
dc.date.accessioned2023-05-19T07:33:26Z
dc.date.available2023-05-19T07:33:26Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117721
dc.description.abstractProduktivitas cengkeh (Syzigium aromaticum Linn.) di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan potensinya. Salah satu alasannya adalah rendahnya penggunaan benih bermutu. Cengkeh yang menyebar luas dihampir seluruh wilayah Indonesia dengan kondisi agroklimat, umur dan pola budidaya beragam memerlukan ketersediaan benih tepat mutu, jumlah dan waktu. Viabilitas sebagai tolok ukur mutu fisiologis benih ditentukan oleh tingkat kemasakan benih dan penanganan benih sesaat setelah benih dipetik dari pohon induknya atau selama periode konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan periode masak fisiologis, pengembangan metode uji daya berkecambah dan teknik konservasi benih cengkeh. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih dan Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dari bulan Januari 2017 sampai dengan Desember 2018. Penelitian terdiri dari dua percobaan. Percobaan pertama adalah penentuan masak fisiologis dan pengembangan metode uji daya berkecambah benih cengkeh. Benih yang digunakan berasal dari Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah tingkat kemasakan benih: buah berwarna merah hijau merah, merah muda, merah dan merah tua. Faktor kedua adalah jenis media perkecambahan: pasir, cocopit dan zeolit. Setiap satuan percobaan terdiri atas 45 butir benih. 40 butir untuk uji daya berkecambah dan 5 butir benih untuk uji kadar air pada suhu oven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pasir adalah media terbaik untuk perkecambahan benih cengkeh. Pengamatan pertama benih cengkeh adalah 27 hari setelah tanam (HST) dan pengamatan kedua adalah 47 HST. Periode masak fisiologis benih diperoleh pada buah merah dengan daya berkecambah (100%), indeks vigor (73.75%) dan kecepatan tumbuh (1.19%/etmal). Percobaan kedua adalah teknik konservasi benih cengkeh. Benih yang digunakan adalah benih dengan tingkat kemasakan terpilih dari percobaan pertama yang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah kondisi ruang simpan: air conditioning (AC) dan kamar. Faktor kedua adalah media simpan: zeolit dan tanpa zeolit. Faktor ketiga adalah periode konservasi: 0, 1, 2, 3 dan 4 minggu. Setiap satuan percobaan terdiri atas 30 butir benih. 25 butir untuk uji daya berkecambah dan 5 butir benih untuk uji kadar air pada suhu oven untuk setiap periode konservasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih dapat dipertahankan viabilitasnya hingga periode konservasi 3 minggu dalam media zeolit pada suhu ruang AC dengan kadar air (56.28%), daya berkecambah (100%) indeks vigor (50.67% dan 32%) serta kecepatan tumbuh (0.52%/etmal).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titlePengembangan Metode Uji Daya Berkecambah dan Teknik Konservasi untuk Mempertahanakan Viabilitas Benih Cengkeh (Syzigium aromaticum Linn.)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKonservasiid
dc.subject.keywordmasak fisiologisid
dc.subject.keywordmetode uji daya berkecambahid
dc.subject.keywordmutu benihid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record