Show simple item record

dc.contributor.advisorSaefuddin, A.M.;
dc.contributor.advisorBaharsyah, Syarifuddin;
dc.contributor.advisorAnwar, Affendi;
dc.contributor.advisorRadjino, A.J.;
dc.contributor.authorDanasasmita, Kudus
dc.date.accessioned2023-05-19T03:18:16Z
dc.date.available2023-05-19T03:18:16Z
dc.date.issued1980
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117699
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menelaah tentang permintaan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pucuk teh di tingkat pengolah teh hijau. Model persamaan yang digunakan ialah model persamaan linier. Berdasarkan pada alat yang digunakan, pengolah teh hijau itu dikelompokkan menjadi tiga strata, yaitu sistem Kejek (cara tradisional), sistem Jakson (cara setengah tehnis) dan sistem Pabrik (cara tehnis). Khusus mengenai pengolah Jakson dalam mengalisanya masih digolongkan lagi menjadi Jakson Skala Kecil dan Jakson Skala Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas nyata yang dapat dicapai oleh masing-masing jenis pengolah masih kurang memadai terhadap kapasitas potensial yang dimiliki. Adapun alasannya berpijak pada masalah modal, masalah penjualan hasil dan masalah bahan baku (pucuk teh) yang tersedia. Tentang teh hijau yang dihasilkan oleh masing-masing jenis pengolah dapat dibagi menjadi jenis peka, jikeng, bubuk dan tulang. Urutan ini menunjukkan pula ukuran kualitas, dimana komposisi terbesar adalah terdiri dari jenis peko (kira-kira 80%) yang merupakan kualitas terbaik dibanding jenis lainnya. Dilihat dari segi perusahaan ternyata bahwa pengolah sistem Kejek relatif tidak efisien dibanding dengan jenis pengolah lainnya (Jakson dan Pabrik). Dengan demikian dapat dimengerti apabila kehadiran sistem Kejek (pengolah tradisional) ini sudah mulai terdesak oleh pengolah dengan peralatan yang lebih baik (lebih tehnis). Namun begitu, untuk sementara ini kehadirannya masih perlu untuk dipertahankan, karena menyangkut kehidupan masyarakat petani) kecil. Selama kesempatan kerja di daerah produsen teh rakyat belum bisa dikembangkan dengan baik, selama itu pula kehadiran pengolah tradisional (sistem Kejek) ini tidak bisa dihindari.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcAgriculture economyid
dc.subject.ddcAgribusnessid
dc.titleAnalisis permintaan teh di tingkat pengolah teh hijau di Jawa Baratid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordTea production;id
dc.subject.keywordDistribution;id
dc.subject.keywordFood production;id
dc.subject.keywordBogor Agricultural University;id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record