Pembesaran larva ikan gabus (channa striata) dan efektifitas induksi hormon gonadotropin untuk pemijahan induk
| dc.contributor.advisor | Supriatna, Iman | |
| dc.contributor.advisor | Junior, Muhammad Zairin | |
| dc.contributor.author | Fitriliyani, Indira | |
| dc.date.accessioned | 2023-05-19T02:54:57Z | |
| dc.date.available | 2023-05-19T02:54:57Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117694 | |
| dc.description.abstract | Pengembangan budidaya ikan gabus mengalami kendala karena pemijahan gabus bersifat musiman. Penanganan secara hormonal merupakan salah satu altematif untuk mengatasi masalah ini. Petani ikan gabus juga mengalami kesulitan dalam pembesaran larva ikan gabus karena kurangnya informasi clan teknologi tentang pakan awal untuk larva. Percobaan pemberian pakan dilakukan untuk mengevaluasi pakan awal yang sesuai untuk larva gabus. Larva dibagi dalam 3 kelompok berdasarkan ukuran yaitu 0.6 cm; 1 cm; dan 2 cm Pada penelitian efetifitas induksi hormon gonadotropin untuk pemijahan salmon gonadotrophin realizing hormone analog+ anti dopamine (sGnRH-a + ad) dan PMSG digunakan secara terpisah dengan dosis sGnRH-a + ad 0.4, 0.6, 0.8 ml/kg bobot tubuh, do sis PMSG 500; I 000; 1500 JU/kg bobot tubuh. Hasil penelitian mengindikasi bahwa pada ukuran yang berbeda larva memerlukan pakan yang berbeda. Pada ukuran 0.6 cm Artemia sa/ina adalah pakan yang terbaik karena memberikan tingkat kelangsungan hidup 100 % dan laju pertumbuhan harian tertinggi. Pada ukuran 1 cm kuning telur, telur ikan segar dan ikan kering menghasilkan tingkat kelangsungan bidup dan laju pertumbuhan harian yang tidak berbeda tetapi telur dari ikan segar memberikan pertumbuhan harian yang tertinggi. Pada ukuran 2 cm, potongan dari ikan segar adalah pakan larva yang terbaik karena ia memberikan tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan harian tertinggi. Pemberian sGnRH-a + ad dan PMSG seca.ra terpisah dapat menstimulasi kematangan telur tahap akhir clan ovulasi dari induk ilran gabus. Induksi dengan PMSG menghasilkan diameter telur yang lebih besar dibandingkan dengan diameter telur yang dibasilkan dengan induksi sGnRH-a + ad. Jumlah telur terovulasi dengan induksi sGnRH-a + ad lebih banyak dibandingkan jumlah telur terovulasi dengan induksi PMSG. Perlakuan dengan sGnRH-a + ad dan PMSG menghasilkan daya fertilitas dan daya tetas yang tinggi. Larva yang didapat dari induksi honnonal dengan Ovaprirn atau PMSG selarna pemeliharaan 14 hari memberikan nilai survival rate 100%. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.title | Pembesaran larva ikan gabus (channa striata) dan efektifitas induksi hormon gonadotropin untuk pemijahan induk | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | ikan gabus | id |
| dc.subject.keyword | pematangan gonad | id |
| dc.subject.keyword | ovulasi | id |
| dc.subject.keyword | pemijahan | id |
| dc.subject.keyword | pemeliharaan larva | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Veterinary Science [980]

