Hubungan motif dengan karakteristik demografi dan perilaku penggunaan media massa pada masyarakat Desa Hegarsari Kabupaten Garut Jawa Barat
View/ Open
Date
2005Author
Arifin, Hadi Suprapto
Harun, Rochajat
Lumintang, Richard W. E.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian yang dilakukan pada masyarakat Desa Hegarsari ini bertujuan untuk mengetahui motifdan perilaku penggunaan radio, televisi, dan surat kabar dalam hubungannya dengan karakteristik demografi mereka.
Penelitian ini dirancang sebagai studi kasus yang bersifat deskriptif Responden berjumlah 76 orang, diambil melalui teknik sampling strata proposional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang berpedoman pada kuisioner. Data yang dikumpulkan meliputi : (1) Karakteristik demografi responden; (2) Motif dan perilaku mendengarkan radio, menonton televisi, dan membaca surat kabar. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan frekuensi distribusi. Sedangkan untuk mengukur hubungan diantara peubah penelitian, digunakan uji koefisien korelasi dengan prosedur khi-kuadrat
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan motif diversi tampak dominan pada responden dalam penggunaan radio dan televisi. Sedangkan dalam penggunaan surat kabar dorongan motif kognitiflebih dominan.
Basil pengujian hubungan karakteristik demografi dengan motif pengguaan radio, televisi, dan surat kabar menunjukkan; karakteritik pendidikan, penghasilan, mobilitas, dan pemilikan media massa berasosiasi sangat nyata dengan motif mendengarkan radio. Pada media televisi, karakteristik pendidikan dan penghasilan berasosiasi nyata dan sangat nyata Sedangkan untuk surat kabar, hanya karakteristik pemilikan media massa yang berasosiasi sangat nyata.
Pengujian hubungan motif dengan perilaku penggunaan radio, televisi, dan surat kabar menunjukkan; motif merldengarkan radio berasosiasi dengan perilaku penggunaan radio. Motifresponden berasosiasi sangat nyata dengan preferensi isi mendengarkan radio. Motif juga berasosiasi nyata dengan frekuensi dan lamanya mendengarkan radio. Sedangkan pada media televisi dan surat kabar, tidak ada hubungan antara motif dengan perilaku pengguaan televisi dan surat kabar.
Secara keseluruhan peeelitian ini -mengisyaratkan bahwa radio lebih dimanfaatkan sebagi media hiburan. Sedangkan televisi, selain dimanfaatkan sebagai media hlburan, terlihat cukup potensial sebagai media infolillasi. Sementara itu surat kabar sangat potensial sebagi media infonnasi. Namun beberapa keterbatasan (seperti; distribusi, daya beli, kernampuan membcaca, dan budaya baca ) menjadikan surat kabar hanya digunakan terbatas pada sebagian kecil responden.
Collections
- DT - Human Ecology [526]