| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki tuas areal
perkebunan kelapa (Cocos nucifera) terbesar di dunia, namun produk olahan
masih terbatas baik jumlah maupun jenisnya. Di Sulawesi Utara, 70 persen
penduduk bergantung dari tanaman kehidupan ini, namun kondisi saat ini sistem
dan usaha agribisnis petani dalam hal pengolahan agroindustri beltum optimal,
produk turunan kelapa belum terolah maksimal, keterbatasan infrastruktur
mengakibatkan struktur industri masihi bersifat parsial dan individual sehingga
optimalisasi dan efisiensi pemanfaatan seluruh potensi kelapa masih rendah.
Penelitian ini bertokasi pada kawasan agropolitan Ngaasan, kabupaten Minahasa
Selatan Provinsi Sulawesi Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun model pengembangan
infrastruktur kawasan agropolitan berbasis komoditas unggulan kelapa,
(2) mengkaji faktor dan aktor penggerak pengembangan komoditas unggulan
untuk merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan, dan (3) menganalisis
potensi pengembangan agribisnis pengolahan kelapa terpadu, tanpa fimbah,
berbasis masyarakat dan investasi swasta.
Penelitian ini menggunakan metode analisis situasional, analisis
kelembagaan, analisis SWOT, analisis ekonomi dan analisis spasial yang hasil
analisisnya menghasilkan kebutuhan infrastruktur di kawasan agropolitan pada
lima subsistem agribisnis. Langkah selanjutnya yaitu mengkaji kelima
subsistem agribisnis ini dalam model pengembangan kelembagaan, model
pengembangan infrastruktur dan model pengembangan AKT (Agribisnis Kelapа
Terpadu) dalam bentuk model investasi kawasan yang kemudian akan menjadi
dasar untuk kompilasi model dinamik. Validitas model diuji dengan validasi
struktur dan validasi kinerja mode. | |