| dc.description.abstract | Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu area cadangan karbon. Jumlah
karbon tersimpan di perkebunan kelapa sawit berbeda-beda sesuai dengan
perkembangan, pertumbuhan dan keragaman tutupan lahannya. Penelitian ini
dilakukan untuk memetakan perubahan nilai biomassa secara spasial, dan menduga
sebaran biomassa dan karbon di tahun 2013-2020 dengan memanfaatkan model
yang sudah didapatkan terhadap kondisi tutupan lahan di Kutai Timur, Kalimantan
Timur. Proses pendugaan cadangan karbon dilakukan dengan mengestimasi nilai
biomassa pada masing masing tutupan lahan Hal tersebut didekati dengan
memanfaatkan band 6 (SWIR 1) dan band 7 (SWIR 2) Landsat 8 yang digunakan
dalam menduga komposisi air dari pemantulan dan penyerapan objek di permukaan
bumi. Band 6 dan band 7 memiliki korelasi yang cenderung kuat terhadap nilai
karbon di wilayah kajian dengan R2 sebesar 0,60 dan 0,63. Band 7 melalui
persamaan Y = 3584,8*exp(-3,775x) dijadikan sebagai model estimasi nilai karbon
karena nilai R2 yang lebih tinggi. Berdasarkan sebaran jumlah titik plot
pengambilan data dan pengolahan secara spasial diketahui bahwa tutupan lahan
berupa belukar memiliki rataan nilai karbon 21,3 ton/ha, hutan regenerasi muda
sebesar 46,3 ton/ha, lahan terbuka sekitar 3,8 ton/ha, dan sawit 25,5 ton/ha. Nilai
karbon total di areal perkebunan Kutai Timur mengalami kenaikan tiap tahun, pada
tahun 2013 bernilai 2,32 ton-C/ha sedangkan pada tahun 2020 adalah 23,57 ton-
C/ha. Model persamaan yang didapatkan mampu menduga cadangan karbon
dengan sempurna apabila nilai x atau spektral radian berada diantara 1,36-1,84 watt
m-2 str-1 μm-1. | id |