| dc.description.abstract | Pengarahan pembangunan Kabupaten Agam dilakukan menggunakan strategi
pengembangan sektor ekonomi sekunder dan tersier berbasis agro dengan
meningkatkan produksi pertanian hortikultura dan peternakan melalui pendekatan
agropolitan. Sektor pertanian dengan komoditas hortikultura di dalamnya adalah
sektor dengan share PDRB terbesar yaitu 29,99% sehingga perlu untuk
memaksimalkan potensi yang sudah ada dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan perekonomian Kabupaten Agam. Penentuan komoditas
hortikultura unggulan dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada
peningkatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi komoditas hortikultura unggulan, menganalisis tingkat partisipasi
perempuan pada komoditas unggulan tersebut, dan merekomendasikan strategi
terbaik untuk meningkatkan partisipasi perempuan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode LQ, SSA, Analisis Kerangka Harvard, QSPM, dan
SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Agam memiliki tujuh
komoditas unggulan di antaranya bawang merah, cabai besar, kubis, tomat, terung,
kentang, dan buncis. Partisipasi perempuan pada komoditas unggulan terbagi atas
tiga dimensi yaitu dimensi pembagian peran dalam pengambilan keputusan,
dimensi pembagian peran dalam tugas keluarga, dan dimensi pembagian peran
dalam usahatani. Tingkat partisipasi perempuan pada ketiga dimensi ini berada
pada kategori sedang dengan rentang nilai indeks 60,8 – 66,5. Pembagian peran
gender pada kategori ini menunjukkan adanya pembagian peran keluarga yang
cukup seimbang. Pada umumnya tingkat partisipasi anggota keluarga dalam rumah
tangga dipengaruhi oleh perbedaan kelamin yang mana perempuan akan lebih
mengalokasikan waktu untuk pekerjaan rumah sedangkan laki-laki berperan lebih
dalam pekerjaan mencari nafkah. Adapun strategi yang direkomendasikan untuk
meningkatkan partisipasi perempuan adalah (1) mendukung program kerja
pemerintah dalam memberdayakan petani perempuan dan mendukung upaya
penyejahteraan keluarga; (2) koordinasi dan kerja sama antar petani perempuan
dengan penyuluh untuk mengadakan pelatihan mengenai olahan hasil pertanian
seperti olahan keripik sayur, keripik buah, olahan jus sayur, dan jus buah untuk
meningkatkan penghasilan; (3) memberikan awards/penghargaan kepada petani
perempuan yang terpilih sebagai “petani model” sehingga dapat memotivasi
partisipasi petani perempuan lainnya; (4) mengadakan pelatihan budidaya
komoditas pertanian sehingga menghasilkan kualitas hasil pertanian yang lebih baik
diikuti dengan peningkatan harga jual; dan (5) pendampingan penyuluh terhadap
pengembangan kelembagaan kelompok tani dan kelompok wanita tani. | id |