Beberapa Aspek Pengaruh Penundaan dan Frekuensi Pemijahan terhadap Potensi Produksi Induk Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.)

Date
1987Author
Hardjamulia, Atmadja
Sastrakusumah, Sumardi
Sumawidjaja, Kusman
Djojosubagio, Suwondo
Tonapa, Sampe
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengelolaan induk merupakan hal yang penting dalam upaya untuk meningkatkan potensi produksinya. Penundaan pemijahan merupakan hal yang banyak dilakukan dalam pembe-nihan ikan namun belum diketahui kerugian yang diakibatkannya. Sementara itu adanya pendapat bahwa frekuensi pemijahan dapat menurunkan kualitas benih. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kedua aspek tersebut agar hasilnya dapat memberikan dampak terhadap peningkatan potensi produksi induk baik dalam menghasilkan telur maupun benih.
Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Perikanan Darat Bogor dan kolam-kolam Percobaan Balai Penelitian Perikanan Darat Cibalagung mulai bulan Oktober 1982 sampai dengan bulan April 1985. Tujuan penelitian ini ialah:
1. Menentukan waktu penundaan pemijahan yang terbaik untuk mendapatkan induk yang paling produktif dalam meng-hasilkan telur.
2. Menentukan frekuensi pemijahan yang terbaik untuk mendapatkan induk yang paling produktif dalam menghasilkan benih.
Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:
Hipotesis I: Kemampuan induk untuk mendapatkan kualitas telur yang baik semakin menurun dengan semakin lamanya penundaan pemijahan.
Hipotesis II: Kemampuan induk untuk mendapatkan benih yang baik semakin menurun dengan semakin seringnya pemijahan.
Calon-calon induk ikan mas varitas Sinyonya berumur 18 bulan berjumlah 216 ekor dengan rataan panjang 31.46 cm dan rataan bobot 371.59 gram dipergunakan pada penelitian ini. Ikan tersebut merupakan hasil pemijahan di kolam per-cobaan Cibalagung. Benih-benih dipergunakan pada penelitian ini merupakan hasil pemijahan dari induk-induk tersebut di atas sesuai dengan perlakuan.
Induk-induk dipelihara di dalam akuarium, berukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm, tinggi 50 cm berisi air setinggi 40 cm, dalam sistem tertutup dengan cara daur ulang (resirkulasi) melalui filter. Setiap akuarium diisi 6 ekor induk. Makanan yang diberikan berupa pelet (nilai gizi: protein 35.25%, lemak 7.53%, karbohidrat 37.81% dengan kan-dungan enersi 3 559.3 k.kal.kg dan vitamin, mineral ma-sing-masing 1%), tiga kali sehari jam 08.00, 12.00 dan 17.00 dalam jumlah 3% bobot badan hari-1. ...

