| dc.contributor.advisor | Purwakusuma, Wahyu | |
| dc.contributor.advisor | Baskoro, Dwi Putro Tejo | |
| dc.contributor.author | In, Vivi Khurun | |
| dc.date.accessioned | 2023-02-01T09:23:12Z | |
| dc.date.available | 2023-02-01T09:23:12Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116549 | |
| dc.description.abstract | Pengolahan tanah secara intensif dapat menyebabkan terjadinya pemadatan
tanah. Pemadatan tanah merupakan indikator penurunan kualitas tanah. Pemadatan
tanah dapat diatasi dengan pemberian bahan organik. Pelapukan bahan organik
yang cepat mengakibatkan kebutuhan bahan organik hanya akan terpenuhi di awal
masa pertumbuhan. Untuk tanaman berumur panjang dengan kerapatan tinggi
seperti nanas, penambahan bahan organik sulit dilakukan di tengah musim tanam.
Dalam kasus seperti demikian perlu dilakukan pemberian bahan organik tahan
lapuk diantaranya adalah limbah ekstraksi bromelin asal bonggol nanas dan
batubara muda. Penelitian bertujuan mengetahui ketahanan penetrasi pada jenis
tanah yang memiliki kelas tekstur berbeda akibat pemberian bahan organik tahan
lapuk limbah ekstraksi bromelin asal bonggol nanas dan batubara muda. Parameter
yang diamati adalah paramater terkait kepadatan tanah yaitu ketahan penetrasi.
Penelitian dilakukan di rumah kaca dengan menggunakan rancangan acak lengkap
tiga faktor, yaitu dua jenis tanah, dua jenis bahan organik, dan lima dosis bahan
organik. Sebaran nilai ketahanan penetrasi Podsolik dan Regosol pada bulan
pertama berkisar 0–0.46 kg/cm2
, pada bulan ketiga berkisar 0.46–0.79 kg/cm2
, dan
bulan kelima berkisar antara 0.58–0.88 kg/cm2
. Perlakuan limbah ekstraksi
bromelin asal bonggol nanas dan batubara muda belum memberikan pengaruh
nyata terhadap ketahanan penetrasi pada Podsolik dan Regosol selama
lima bulan inkubasi. | id |
| dc.description.abstract | Intensive tillage seems to be more crucial in causing soil compaction. Soil
compaction can be overcomed by adding organic matter. The rapid weathering of
organic matter results in the need for organic matter application at the very
beginning of the growth season. The addition of organic matter is difficult to be
applied in the middle of the growing season for high density perennial plants, such
as pineapple. In such cases, it is necessary to apply a weather-resistant organic
matter, namely pineapple based bromelain extraction waste and brown coal. The
aim of this study was to determine the penetration resistance of soil on different
texture classes due to the application of weather-resistant organic matter pineapple
based bromelain extraction waste and brown coal. The parameter observed ware
related to soil density i.e. penetration resistance. The study was conducted in a
greenhouse using a completely randomized design with three factors, namely two
types of soil, two types of organic matter, and five doses of organic matter. The
result showed that the penetrability values of Podzolic and Regosol soils in the first
month of application ranged from 0–0.46 kg/cm2
, in the third month of application
it ranged from 0.46–0.79 kg/cm2
, and in the fifth month of application it ranged
from 0.58–0.88 kg/cm2
. Treatment of pineapple based bromelain extraction waste
and brown coal had no significant effect on the penetration resistance of Podzolic
and Regosol during five months of incubation. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Peranan Bahan Organik Tahan Lapuk Limbah Ekstraksi Bromelin dan Batubara Muda pada Ketahanan Penetrasi Podsolik dan Regosol | id |
| dc.title.alternative | The Role of Resistant Organic Materials Bromelain Extraction Waste and Brown Coal on Penetration Resistance of Podzolic and Regosol | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Brown coal | id |
| dc.subject.keyword | Bromelain extraction waste | id |
| dc.subject.keyword | Penetration resistance | id |