Show simple item record

dc.contributor.advisorHandharyani, Ekowati
dc.contributor.advisorSetiyaningsih, Surachmi
dc.contributor.authorRizaldo, Rizqi Zufar
dc.date.accessioned2023-01-17T05:45:46Z
dc.date.available2023-01-17T05:45:46Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116088
dc.description.abstractKlebsiella pneumoniae (K. pneumoniae) merupakan patogen penting dan bersifat zoonotik, sehingga pengetahuan mengenai bakteri ini penting bagi ilmu kedokteran hewan dan kedokteran manusia. Infeksi dari K. pneumoniae umumnya dikaitkan dengan pneumonia. Penelitian ini mengkaji respon peradangan dan sitokin interleukin-1β (IL-1β) yang dihasilkan pada jaringan paru-paru mencit yang diinfeksikan K. pneumoniae. Penelitian ini dilakukan menggunakan sampel organ dari 21 ekor mencit yang terdiri dari 3 ekor kontrol dan 18 ekor diinfeksikan K. pneumoniae K1 dan K2 yang didapat dari penelitian terdahulu mengenai K. pneumoniae pada sapi Aceh. Pengamatan dilakukan pada hasil pewarnaan hemtoksilin dan eosin (HE) pada kelompok kontrol dan imunohistokimia pada K1 dan K2. Pengamatan dilakukan pada tiga, enam, dan sembilan hari pascainfeksi (hpi). Respon IL-1β dari serotipe K1 menunjukkan intensitas warna yang cenderung konstan sejak infeksi 3 hingga 9 hpi, dengan jumlah sel radang yang tinggi di awal infeksi, kemudian menurun pada 9 hpi. Respon IL-1β serotipe K2 menunjukkan intensitas warna yang tegas pada 3 hpi, kemudian meningkat pada 6 hpi, dan menurun pada 9 hpi. Namun jumlah sel radang cenderung sedikit pada awal infeksi, dan mulai meningkat pada 9 hpi. Infeksi K. pneumoniae K1 dan K2 memiliki perbedaan dinamika peradangan yang ditunjukkan oleh perbedaan waktu induksi dan jumlah IL-1β. Perbedaan ini dipicu oleh interaksi faktor-faktor virulensi K. pneumoniae dengan IL-1β dan memerlukan pengamatan lebih lanjut.id
dc.description.abstractKlebsiella pneumoniae (K. pneumoniae) is an important zoonotic pathogen, thus knowledge about the bacteria is essential in both human and veterinary medicine. Pneumonia is often linked to K. pneumoniae infection in humans and animals. This study examined the presence of inflammatory cells and interleukin- 1β (IL-1β) in the lungs of mice infected with each of K. pneumoniae K1 and K2. Organ samples acquired from previous research about K. pneumoniae infection on Aceh cattle consisting of in total of 21 lungs from the control group of 3 mice and K1 and K2 groups of 9 mice each were obtained following collection at 3, 6, and 9 days post-infection (dpi). The lungs were subjected to hematoxylin-eosin (HE) and immunohistochemical stainings. Microscopic examination revealed K. pneumoniae K1 induced IL-1β expression at a relatively constant level throughout the infection, while inflammatory cells were abundant at 3 dpi and decreasing subsequently. On the contrary, expression of IL-1β following K2 infection was noticeable at 3 dpi, peaked at 6 dpi, and faded out at 9 dpi, whereas inflammatory cells infiltration tended to increase with the days of infection. These differences might be attributed to possible distinct virulence characteristics of the K1 and K2 isolates, which warrant further investigation.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleInfeksi Klebsiella pneumoniae pada Paru-paru Mencit: Ekspresi Interleukin-1β (IL-1β)id
dc.title.alternativeKlebsiella pneumoniae Infection in Mouse Lungs: Interleukin-1β (IL-1β) Expressionid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordimmunohistochemicalid
dc.subject.keywordinflammationid
dc.subject.keywordInterleukin-1id
dc.subject.keywordKlebsiella pneumoniaeid
dc.subject.keywordpneumoniaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record