Show simple item record

dc.contributor.advisorMaarif, M. Syamsul
dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.advisorYulianto, Budi
dc.contributor.authorM. Faisal
dc.date.accessioned2023-01-16T02:22:38Z
dc.date.available2023-01-16T02:22:38Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116054
dc.description.abstractPandemi COVID-19 nyaris membuat seluruh sektor usaha di Indonesia bahkan dunia mengalami turbulensi. Dunia bisnis mengalami turbulensi yang lebih cepat yang ditandai dengan banyaknya perusahaan yang tutup, meningkatnya intensitas persaingan bisnis, perubahan pasar yang cepat, dan iklim hubungan industrial yang bergejolak. Iklim hubungan industrial sangat penting bagi keberlanjutan organisasi dan merupakan faktor penting dalam mempengaruhi kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menganalisis pengaruh faktor iklim hubungan industrial, sarana hubungan industrial, kepemimpinan transformasi, turbulensi lingkungan bisnis dan resiliensi bisnis terhadap kinerja organisasi. 2). Merancang model hubungan industrial yang harmonis di industri manufaktur di Indonesia. 3). Merumuskan skenario bisnis pengembangan hubungan industrial yang harmonis di Indonesia. 4). Merumuskan strategi yang tepat untuk menjalankan skenario bisnis pengembangan hubungan industrial yang harmonis di Indonesia. Desain penelitian ini adalah kuantitatif inferensial menggunakan metode sampling dan snowball dengan jumlah sampel 406 responden yang merupakan para stakeholders dalam hubungan industrial di Indonesia dan 18 responden Pakar. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) LISREL, Fuzzy Interpretative Structural Modeling (Fuzzy ISM), wawancara pakar dan scenario planning dengan metode TAIDA (tracking, analyzing, imaging, deciding, acting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Iklim hubungan industrial, sarana hubungan industrial, kepemimpinan transformasional, turbulensi lingkungan bisnis dan resiliensi bisnis mempengaruhi kinerja organisasi. 2). Terbentuknya model hubungan industrial yang harmonis di Indonesia. 3). Hasil analisis skenario bisnis pengembangan hubungan industrial yang harmonis di Indonesia menunjukkan empat skenario yaitu skenario optimis, semi optimis, semi pesimis dan pesimis dimana kebijakan pemerintah dalam bentuk kebijakan ketenagakerjaan dan keberadaan sarana hubungan industrial berupa perjanjian kerja bersama (PKB) menjadi driving forces kunci karena dianggap memiliki dampak yang besar dengan ketidakpastian yang tinggi (sulit diramalkan). 4). Strategi pengembangan hubungan industrial yang harmonis di Indonesia melibatkan tiga aktor kunci yaitu pemerintah, pengusaha dan pekerja. Ketiga aktor utama dalam hubungan industrial di Indonesia harus berkolaborasi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Indonesia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleModel dan Strategi Pengembangan Hubungan Industrial yang Harmonis di Indonesiaid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordiklim hubungan industrialid
dc.subject.keywordmodel hubungan industrialid
dc.subject.keywordskenario bisnis hubungan industrialid
dc.subject.keywordstrategi hubungan industrialid
dc.subject.keywordindustrial relations climateid
dc.subject.keywordindustrial relations modelid
dc.subject.keywordindustrial relations business scenarioid
dc.subject.keywordindustrial relations strategyid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record