Show simple item record

dc.contributor.advisorNurcholis, Waras
dc.contributor.advisorArtika, I Made
dc.contributor.authorMa'rifah, Khusnul
dc.date.accessioned2023-01-04T03:54:26Z
dc.date.available2023-01-04T03:54:26Z
dc.date.issued2021-11-22
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115851
dc.description.abstractRimpang temulawak (C xanthorizza Roxb.) dan buah kapulaga (Amomum compactum) umumnya dikenal sebagai spesies tanaman rempah, dengan kandungan senyawa fenol dan flavonoid, yang memiliki beragam sifat farmakologis dan digunakan dalam pengobatan tradisional. Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan maserasi pelarut untuk mengoptimalkan ekstraksi fenol dan flavonoid dari rimpang temulawak dan buah kapulaga, serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Sampel dikumpulkan dari petani lokal di Bogor, Indonesia, pada Agustus 2019. Pelarut ekstraksi yang digunakan untuk ekstraksi yaitu air, aseton, metanol, dan etanol, bersama kombinasi biner, terner, dan kuartenernya, diolah menggunakan simplex-centroid design. Ekstrak yang dioptimalkan diuji kandungan fenol dan flavonoidnya dan aktivitas antioksidannya dibandingkan dengan menggunakan uji 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dan ferric reducing antioxidant power (FRAP). Untuk buah kapulaga, ekstrak air-etanol menunjukkan kandungan fenol maksimum sebesar 168,98 mgGAE/g fw, kadungan flavonoid maksimum sebesar 214.67 mgQE/g fw pada ekstrak aseton-etanol. Pada rimpang temulawak, ekstrak terner aseton-air-metanol menunjukan kandungan fenol sebesar 208.15 mgGAE/g fw, kandungan flavonoid maksimum sebesar 988,77 mgQE/g fw pada ektrak etanol. Aktivitas antioksidan pereduksi tertinggi pada 1117.44 µmol TE/g fw (buah kapulaga) dan 1329,67 µmol TE/g fw (rimpang temulawak) dengan uji FRAP. Sementara itu, aktivitas penangkapan radikal dengan metode DPPH menunjukkan nilai tertinggi untuk ekstrak air sebesar 208.91 µmol TE/g fw (buah kapulaga) dan ektrak terner air-aseton-metanol sebesar 166,03 µmol TE/g fw (rimpang temulawak). Berdasarkan hasil penelitian, rimpang temulawak dan buah kapulaga pada kandungan senyawa fenol dan flavonoid memiliki sifat antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan dalam industri farmasi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleOptimasi Pelarut Ekstraksi Terhadap Metabolit Sekunder dan Antioksidan dari Rimpang Temulawak (C xanthorizza Roxb.) dan Buah Kapulaga (Amomum compactum)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordDPPHid
dc.subject.keywordFenolid
dc.subject.keywordFlavonoidid
dc.subject.keywordMixture designsid
dc.subject.keywordSolvent extractionid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record