Efektivitas Pengolahan Air Limbah dan Kelimpahan Bakteri Nitrifikasi dalam Menurunkan Amonia pada Air Limbah Tekstil
Date
2022Author
Utami, Fadilasani Tyas
Rusmana, Iman
Mubarik, Nisa Rachmania
Widiyanto, Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pencemaran air
limbah yang tinggi, antara lain dari industri tekstil. Proses produksi industri tekstil
menggunakan zat warna yang akan terserap hanya sekitar 50% dan sisanya akan
dibuang sebagai limbah yang akan dialirkan menuju badan air penerima.
Kandungan zat warna dan urea yang tinggi dapat mengandung polutan nitrogen dan
akan menurunkan kualitas lingkungan, serta menjadi ancaman bagi keseimbangan
ekosistem. Salah satu solusinya, yaitu menggunakan pengolahan air limbah tekstil
secara biologi dengan menggunakan lumpur aktif (activated sludge). Permasalahan
pada pengolahan limbah industri tekstil secara biologi, yaitu belum optimal ditinjau
dari fluktuasi parameter ammonia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi pengolahan air limbah dan
kelimpahan bakteri, mengidentifikasi bakteri potensial, serta menganalisis aktivitas
bakteri nitrifikasi dalam mengoksidasi amonia. Sampel pada penelitian ini diambil
dari bak semi anaerob dan bak aerob. Analisis parameter kualitas air meliputi suhu,
pH, konsentrasi oksigen terlarut, amonia (NH3), nitrit (NO2), nitrat (NO3), Total
Dissolve Solid (TDS), dan Total Suspanded Solid (TSS). Analisis kelimpahan
bakteri nitrifikasi menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Laju potensial
bakteri ditentukan dengan persamaan kinetika Michaelis-Menten. Isolat bakteri
yang telah diisolasi, dimurnikan, dan diidentifikasi berdasarkan ciri morfologi dan
molekuler menggunakan gen 16S rRNA. Isolat yang sudah murni diuji aktivitas
oksidasi ammonia dan aktivitas tertinggi dipilih untuk dianalisis kinetikanya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil perhitungan efisiensi dan waktu
retensi unit pengolahan air limbah sudah sesuai dengan standar baku mutu,
sehingga faktor lingkungan tersebut dapat mendukung untuk pertumbuhan bakteri
nitrifikasi pada proses biologi. Kelimpahan tertinggi bakteri nitritasi dan nitratasi
terdapat pada bak aerob masing-masing sebesar 6.476 dan 6.322 Log sel mL-1
. Laju
potensial kelompok bakteri pada bak aerob lebih tinggi dari pada bak semi anaerob.
Sebanyak 8 isolat bakteri nitrifikasi yang berhasil diisolasi. 3 isolat bakteri
yang mampu tumbuh pada medium ammonia dan 5 isolat bakteri mampu tumbuh
pada medium yangs mengandung nitrit. Isolat bakteri yang memiliki aktivitas
oksidasi amonia terbaik, yaitu isolat NRA SA1, NRA SA2, NRA A4, dan NRI A1.
Kecepatan maksimum (Vmax) oksidasi amonia isolat NRA SA1, NRA SA2, NRA
A4, dan NRI A1 masing-masing ialah 2,678; 6,006; 3,650; dan 58,212 mM Jam-1
.
Nilai Km isolat NRA SA1, NRA SA2, NRA A4 dan NRI A1 yaitu 63,103; 61,350;
65,789; 88,496 mM Jam-1
.
Hasil identifikasi 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat NRI SA1 dan isolat
NRA SA1 memiliki kemiripan dengan Cellulosimicrobium funkei. Isolat NRA SA2
memiliki kemiripan dengan Shinella granuli. Isolat NRA A4 memiliki kemiripan
dengan Staphylococcus arlettae. Isolat NRI A1 memiliki kemiripan dengan
Pannonibacter phragmitetus.
