Show simple item record

dc.contributor.advisorSarma, Ma'mun
dc.contributor.advisorBaga, Lukman Mohammad
dc.contributor.authorAgustin, Mutiah
dc.date.accessioned2022-12-13T07:41:25Z
dc.date.available2022-12-13T07:41:25Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115527
dc.description.abstractKontribusi sektor pariwisata berdampak signifikan meningkatkan pendapatan devisa negara, pendapatan masyarakat, membuka akses antar wilayah, menciptakan lapangan kerja serta dapat menciptakan kemandirian suatu daerah. Kabupaten Kepulauan Seribu dengan pulau-pulau di dalamnya memiliki potensi wisata yang cukup besar untuk dikembangkan yaitu pemanfaatan pesisir untuk pariwisata. Salah satu pulau yang berpotensi dikembangkan pariwisatanya adalah Pulau Pramuka. Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan dari wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Dilihat dari wilayah Pulau Pramuka yang letaknya berdekatan dengan DKI Jakarta yang padat penduduknya, maka dapat menjadi peluang yang besar untuk Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu untuk menarik lebih banyak wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut/ komponen pariwisata (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary Services) yang ada di Pulau Pramuka, menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan wisata bahari di Pulau Pramuka, dan merumuskan strategi pengembangan wisata bahari di Pulau Pramuka Kabupaten Kepulauan Seribu. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis data yang dikumpulkan penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis SWOT, dan arsitektur strategi. Berdasarkan hasil identifikasi Pulau Pramuka memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata bahari yaitu menyelam (diving), snorkeling, memancing dan wisata pendidikan (mengunjungi tempat penangkaran penyu sisik), panorama laut di wilayah ini menjadi daya tarik alamiah bagi wisatawan. Ditinjau dari sisi aksesbilitas sudah terkoneksi dengan baik. Terdapat fasilitas penunjang seperti akomodasi homestay dan warung makan yang cukup memadai. Diperlukan promosi digital untuk meningkatkan popularitas sehingga dapat menarik calon wisatawan. Strategi pengembangan wisata bahari di Pulau Pramuka menggunakan pendekatan arsitektur strategi. Ada tujuh strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT untuk upaya pengembangan wisata bahari di Pulau Pramuka. Strategi tersebut dijalankan dengan program dan kegiatan yang dituangkan ke dalam arsitektur strategi. Terdapat kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan terdapat kegiatan yang dilakukan tahap demi tahap agar tercapai tujuan akhir yaitu mewujudkan kawasan wisata bahari yang lestari dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempatid
dc.description.abstractThe tourism sector's contribution significantly impacts the country's foreign exchange income and community income, opening access between regions, creating employment opportunities, and creating regional independence. The Thousand Islands Regency, with its islands, has a large enough tourism potential to be developed, namely the use of the coast for tourism. One of the islands that have the potential to be developed for tourism is Pramuka Island. Pramuka Island is the administrative center of the Thousand Islands Administrative District. Judging from the Pramuka Island area close to the densely populated DKI Jakarta, it can be an excellent opportunity for the Thousand Islands Tourism Office to attract more tourists. This study aims to identify the attributes/components of tourism (Attraction, Accessibility, Amenity, and Ancillary Services) on Pramuka Island. This study to analyzes internal and external factors of marine tourism development on Pramuka Island and formulates a strategy for developing marine tourism on Pramuka Island, Seribu Islands Regency. The research was designed using a qualitative approach. The types of data collected in this study are secondary and primary data. The method used in this research are descriptive qualitative analysis, SWOT analysis, and strategy architecture. Based on the identification of Pramuka Island as having potential natural resources that can be developed into a marine ecotourism area, namely diving, snorkeling, fishing, and education tourism, the sea panorama in this area is a natural attraction for tourists. In terms of accessibility, it is well-connected. Supporting facilities such as homestay accommodation and food stalls are pretty adequate. However, digital promotion is needed to increase popularity to attract potential tourists. The strategy for developing marine tourism on Pramuka Island uses a strategic architectural approach. Seven strategies are generated from the SWOT matrix for efforts to develop marine tourism on Pramuka Island. The strategy is carried out with programs and activities that are poured into the strategy architecture. In addition, some activities are carried out continuously, and there are activities that are carried out step by step to achieve the final goal of realizing a sustainable marine tourism area and can improve the welfare of the local community.id
dc.description.sponsorshipPusbindiklatren Bappenasid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Pariwisata Bahari di Pulau Pramuka Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakartaid
dc.title.alternativeMarine Tourism Development Strategy In Pramuka Island, Thousand Islands Regency, DKI Jakartaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpartisipasi masyarakatid
dc.subject.keywordstrategi pengembanganid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordwisata bahariid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record