Show simple item record

dc.contributor.advisorAziz, Sandra Arifin
dc.contributor.advisorKurniawati, Ani
dc.contributor.authorSari, Galuh Yunita
dc.date.accessioned2022-09-21T01:43:32Z
dc.date.available2022-09-21T01:43:32Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114588
dc.description.abstractSeledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman introduksi dari famili Apiaceae yang berasal dari daerah subtropis yang mengandung vitamin, senyawa fenolik, minyak atsiri serta nutrisi lainnya yang dapat digunakan dalam industri makanan, kosmetik, dan kesehatan. Seledri baik ditanam di dataran tinggi pada ketinggian 700-1200 m dpl, juga di dataran rendah dengan memberikan naungan. Pemberian naungan pada seledri adalah upaya menciptakan lingkungan tanam agar tanaman dapat berhasil tumbuh dengan baik. Faktor lingkungan seperti cahaya, suhu, kelembaban, dan jenis tanaman dapat mempengaruhi metabolit sekunder yang ada dalam tanaman. Flavonoid ialah salah satu senyawa metabolit sekunder golongan fenolik yang terdapat dalam seledri. Kadar flavonoid meningkat jika terjadi perubahan lingkungan tumbuh yang mengharuskan tanaman untuk menyesuaikan diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pertumbuhan dan produksi total flavonoid dari tiga varietas seledri yang ditanam di dataran rendah dengan pemberian naungan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu naungan dengan tiga tingkatan (tanpa naungan atau kontrol, 50, dan 70%). Faktor kedua ialah varietas yang terdiri dari Amigo (varietas dataran tinggi), Aroma (varietas dataran tinggi), dan Summer Green (varietas dataran rendah). Data observasi dianalisis menggunakan uji Beda Nyata Jujur dan uji t-student taraf signifikansi 5% dengan aplikasi R Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat naungan, semakin sedikit intensitas cahaya yang masuk, semakin rendah suhu udara, dan semakin tinggi kelembaban. Naungan 50% secara nyata dapat menghasilkan tinggi tiga varietas seledri (6 dan 8 MST), jumlah tangkai (8 MST), jumlah anak daun (8 dan 10 MST), bobot basah, bobot kering, dan total klorofil (10 MST) yang lebih tinggi dibandingkan naungan 70%. Selain itu, juga terdapat interaksi antara perlakuan naungan dengan varietas pada luas daun (4 MST), jumlah anakan, diameter tajuk dan total flavonoid (10 MST). Perlakuan naungan 50% dengan varietas Amigo nyata menghasilkan kadar total flavonoid yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Aroma. Hasil tersebut serupa dengan interaksi perlakuan naungan 70% pada varietas Amigo dan Aroma, yang akan tetapi menurunkan kadar total flavonoid pada varietas Amigo. Interaksi perlakuan naungan pada Summer Green jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa naungan mampu menghasilkan kadar total flavonoid yang lebih rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePertumbuhan dan Kadar Total Flavonoid Tiga Varietas Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) dengan Pemberian Naungan di Dataran Rendahid
dc.title.alternativeGrowth and Total Flavonoids Concentration of Three Varieties of Celery (Apium graveolens L.) in Various Shaded Environment in The Tropical Lowlandsid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordflavonoidid
dc.subject.keywordmetabolit sekunderid
dc.subject.keywordnaunganid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordvarietasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record