Analisis Sistem Biofisik Daerah Aliran Sungai Studi Kasus Daerah Aliran Sungai Sa'dan di Sulawesi Selatan
Date
1982Author
Paembonan, Sampe
Soerianegara, Ishemat
Eriyatno
Herudjito, Dasun
Metadata
Show full item recordAbstract
Masalah utama dalam pengelolaan sumberdaya alam di daerah aliran sungai (DAS) khususnya dalam usaha mencegah banjir dan erosi adalah belum adanya satu pola perencanaan yang dapat digunakan sebagai pedoman umum.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menyusun satu model umum sistem biofisik daerah aliran sungai. Berdasarkan pada model ini dilakukan analisis untuk menentukan luas penutupan hutan yang cukup untuk menjamin produksi air dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik bagi keperluan di daerah bagian hilir. Selain itu model ini diharapkan akan dapat pula digunakan dalam menentukan alternatif bagi pemecahan masalah-masalah pengelolaan daerah aliran sungai dan penentuan pola penggunaan lahan yang optimal dilihat dari pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Untuk mencapai tujuan tersebut di atas maka dalam penelitian ini digunakan metoda analisis sistem. Luas penutupan hutan digunakan sebagai masukan (input) yang dapat diatur dan sebagai peubah kebijaksanaan dalam analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas penutupan hutan memberikan pengaruh yang nyata terhadap komponen-komponen hidroorologi daerah aliran sungai. Dengan penambahan luas hutan sebesar 25 dari luas hutan yang ada sekarang atau sekitar 7 dari luas DAS, akan meningkatkan nilai-nilai evapotranspirasi rata-rata sebesar 9, nilai limpasan dalam rata-rata sebesar 3 t. Di lain pihak dengan penambahan luas hutan tersebut di atas akan menurunkan nilai-nilai limpasan permukaan rata-rata sebesar 12 %, erosi 108, aliran dalam 23 dan debit 48. Penurunan ni-lai aliran dalam dan debit ternyata sangat kecil pada taraf penambahan luas hutan sebesar 25.


