Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto, Harianto
dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.authorElpina, Desta
dc.date.accessioned2022-08-11T08:08:53Z
dc.date.available2022-08-11T08:08:53Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113456
dc.description.abstractAdanya berbagai bentuk kerjasama serta perjanjian internasional saat ini menyebabkan kebijakan tarif dalam perdagangan internasioanl telah semakin berkurang. Namun, hal ini justru menyebabkan berbagai negara memberlakukan kebijakan non tarif. Penggunaan non tarif yang paling banyak diterapkan pada sektor pertanian adalah Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Technical Barrier to Trade (TBT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis : 1) Kinerja ekspor produk pertanian Indonesia di negara tujuan ekspor, 2) Pemberlakuan kebijakan tarif dan non tarif pada produk pertanian Indonesia dan 3) Pengaruh pemberlakuan kebijakan tarif dan non tarif terhadap ekspor produk pertanian Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan pendekatan inventory dan gravity model. Data yang digunakan adalah data cross section di tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perdagangan produk pertanian Indonesia pada tahun 2012-2017 selalu mengalami surplus neraca perdagangan. Penerapan kebijakan tarif terhadap produk pertanian Indonesia pada beberapa negara pengimpor besarnya masih cukup tinggi. India adalah negara yang menerapkan kebijakan tarif tertinggi terhadap produk pertanian Indonesia yaitu sebesar 41%. Hasil incidence of NTM menunjukkan produk perkebunan paling banyak terkena kebijakan NTM dengan total kebijakan sebanyak 316, produk pangan sebanyak 293, produk perikanan sebanyak 221, produk hortikultura sebanyak 182 dan produk kehutanan hanya terkena 3 kebijakan NTM. Hasil estimasi dengan menggunakan gravity model untuk menganalisis pemberlakuan pengaruh kebijakan tarif serta non tarif (SPS dan TBT) yang diukur melalui perhitungan coverage ratio menunjukkan bahwa variabel GDP negara importir, populasi dan kebijakan non tarif berpengaruh positif terhadap ekspor produk pertanian Indonesia. Variabel jarak ekonomi, nilai tukar rupiah dan kebijakan tarif yang diberlakukan negara tujuan ekspor berpengaruh negatif terhadap eskpor produk pertanian Indonesia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Kebijakan Tarif dan Non Tarif terhadap Ekspor Pertanian Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAgricultureid
dc.subject.keywordInventory Approachid
dc.subject.keywordGravity Modelid
dc.subject.keywordTariffid
dc.subject.keywordNon Tariffid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record